05 December 2019, 05:00 WIB

Menuju Olimpiade 2020


(Beo/R-1) | Olahraga

DOK. MEDCOM.
 DOK. MEDCOM.
pelatih kepala tim angkat besi Indonesia, Dirja Wihardja,

Seluruh lifter Indonesia tidak pulang dengan tangan kosong dari SEA Games 2019 yang digelar di Filipina. Sebanyak 10 medali didapatkan 10 atlet yang dibina Persatuan Angkat Besi, Angkat Berat, dan Binaraga Seluruh Indonesia (PABBSI) itu. Jika dirinci, ada 4 medali emas, 1 medali perak, dan 5 medali perunggu.

Media Indonesia berkesempatan untuk mewawancara pelatih kepala tim angkat besi Indonesia, Dirja Wihardja, soal pencapaian tim angkat besi Indonesia di Filipina. Berikut petikannya.

Apakah memang ditargetkan setiap lifter harus merebut medali?

Sebenarnya target besar dapat tiga medali emas, tapi memang juga semua atlet diminta dapat medali.

Ada junior yang menyumbang medali emas. Padahal, mereka belum pernah tampil di SEA Games. Bagaimana bisa?

Latihan sudah dilakukan, laga uji coba sudah dilakoni. Selain itu, (kami) juga melihat perkembangan lawan yang akan dihadapi untuk tentukan strategi.

Penilaian terhadap lifter junior di SEA Games secara keseluruhan?

Penampilan yang mereka perlihatkan sudah bagus. Para lifter junior membuktikan memiliki kemammpuan untuk meneruskan jejak para lifter senior yang ada. Ini menunjukkan pembinaan yang kita lakukan berjalan dengan baik.

Tahun depan ada Olimpiade Tokyo. Siapa saja yang berpeluang mendapat tiket ke ajang multievent terbesar di dunia tersebut?

Eko (Yuli Irawan) bisa dikatakan hampir 99% lolos ke Olimpiade, sedangkan Windy (Aisah) belum pasti. Namun, peluangnya untuk lolos tetap besar.

Seusai SEA Games 2019, apa yang akan dilakukan untuk memastikan para lifter kita lolos ke Olimpiade 2020?

Masih ada dua kejuaraan yang bisa diikuti untuk mengumpulkan poin menembus Olimpiade. Semoga kita bisa mengirimkan lifter ke kejuaraan tersebut dan meraih poin untuk lolos ke Olimpiade. (Beo/R-1)

BERITA TERKAIT