05 December 2019, 04:35 WIB

Setop Rivalitas, Menristek Minta Lembaga Riset Berkolaborasi


(Bay/H-1) | Humaniora

 Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan
  Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan
Menristek/Kepala BRIN, Bambang Brodjonegoro. 

KEBERADAAN lembaga-lembaga riset yang berada di bawah Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) dan Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) diminta saling bersinergi dan berkolaborasi. Lembaga tersebut seperti LIPI, Batan, BPPT, Puspiptek, Lapan disebut juga Lembaga Pemerintah Nonkementerian (LPNK) juga diimbau menghentikan rivalitas satu sama lain. "Yang dibutuhkan bangsa kita hari ini bukan ego, melainkan harmoni dan kolaborasi. Maka, saya minta jangan terjadi rivalitas antara LPNK khususnya lembaga riset di bawah Kemenristek, seperti LIPI, Batan, BPPT, Puspiptek, dan lain lain," kata Menristek/ Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro pada Simposium Riset Pro: Pembangunan SDM Iptek, Membangun Ekosistem Inovasi Berdaya Saing Global di Jakarta.

Bambang berharap kepada Dirjen Sumber Daya Iptek Dikti (SDID) Ali Ghufron Mukti selaku penyelenggara Riset Pro melalui simposium ini dapat mewujudkan riset pro dengan hasil nyata berdampak pada pembangunan nasional. Bambang menginginkan Indonesia dapat menyusun road map menuju Nobel yang memerlukan waktu sekitar 5 tahun ke depan serta melibatkan diaspora Indonesia yang sukses. Dirjen SDID Ali Ghufron menjelaskan simposium ini ingin membentuk jaringan karena para peneliti perekayasa dari berbagai LPNK mengakui manfaat program Riset Pro. (Bay/H-1)

BERITA TERKAIT