04 December 2019, 21:31 WIB

Tol Layang Jakarta-Cikampek Sisakan Perbaikan Rambu Lalu Lintas


Hilda Julaika | Ekonomi

Antara/Risky Andrianto
 Antara/Risky Andrianto
Tol layang Jakarta-Cikampek yang akan segera beroperasi

PROYEK Pembangunan tol layang (elevated) Jakarta-Cikampek kini hampir rampung menjelang uji coba pada 15 Desember mendatang. Sejumlah pekerjaan kecil pun dipastikan Direktur PT Jasamarga Jalan Layang Cikampek (JJC) Djoko Dwijono akan rampung sebelum 15 Desember.

Sejumlah pekerjaan kecil untuk menyempurnakan tol itu antara lain, seputar rambu lalu lintas yang harus diperbaiki baik dari sisi redaksional maupun penempatan. Selain itu, perbaikan pun masih perlu dilakukan pada marka jalan, gerbang tol yang masih belum ada, patroli, hingga penyelamatan langsung (rescue direct).

Pihak Jasamarga pun menekankan poin keselamatan darurat pada pengguna jalan. Bekerja sama dengan Jasa Marga Tollroad Operator (JMTO) untuk membuat Standar Operasional Prosedur (SOP) terkait pengoperasian jalan tol.

"Kami sedang membuat SOP, karena ini jalan baru pasti harus ada SOP khusus yang belum dibikin. Khususnya keselamatan pemakai jalan. Kami akan melakukan simulasi. Menyususn sop dengan prosedur yang jelas," kata Djoko di lokasi pembangunan tol layang Jakarta-Cikampek, Rabu (4/12).

Baca juga : Kementan-PU Pera Kolaborasi Infrastruktur

Djoko memastikan, pihaknya akan segera mendapatkan sertifikat layak operasi agar tol itu resmi beroperasi. Tekait uji coba, Djoko memastikan pihaknya siap menjalaninya.

"Saya dapat (informasi) dari Menhub target 15 Desember. Karena tanggal 17 sebetulnya diprediksi sebagai arus lalu lintas Natal dan tahun baru. Kami berusaha untuk memenuhu hal-hal kecil untuk dipenuhi sampai bisa beroperasi secara fungsional. Fungsional sifatnya masih sementara. Layak operasi baru bisa dioperasikan,"ujarnya.

Tol Japek Elevated memiliki panjang 38 km yang berada di atas Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek). Kategori mobil yang bisa melewati jalan ini adalah mobil golongan 1 dan golongan 2.

Djoko menyebutkan batas kecepatan terendah dan tertinggi berada di angka 60-80 km. Jalan tol layang itu diprediksi mampu mengurangi kemacetan di jalan tol Japek sebesar 30%. (OL-7)

BERITA TERKAIT