05 December 2019, 02:35 WIB

Polda Metro Jaya Bentuk Satgassus Tangani Ledakan di Monas


MI | Megapolitan

MI/M. Irfan
 MI/M. Irfan
Ketua Presidium IPW Neta S Pane

INDONESIAN  Police Watch (IPW) menduga granat asap yang meledak di Monumen Nasional (Monas) adalah granat bekas pengamanan reuni Persaudaraan Alumni (PA) 212, Senin, 2 Desember. Adapun granat asap merupakan salah satu standar alat pengamanan Polri dalam mengendalikan massa.

"Apakah granat asap itu milik anggota Polri yang tertinggal? Jika hal itu yang terjadi, ada kecerobohan yang luar biasa dari anggota Polri," kata Ketua Presidium IPW Neta S Pane.

Polda Metro Jaya membantah bahwa granat asap yang melukai dua anggota TNI itu milik anggota Korps Bhayangkara.

"Tidak ada. Tidak ada punya polisi. Siapa bilang punya polisi?" kata Kabid Humas Polda Metro Kombes Yusri Yunus di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (4/12).

Polisi belum memeriksa saksi terkait insiden tersebut termasuk menggali informasi awal dari para korban, yaitu Serka Fajar dan Praka Gunawan.

"Penyidik lagi mencoba untuk bisa mengambil keterangan (korban). Kita menunggu saja bagaimana perkembangan dari penyidik," kata Yusri.

Menurut Yusri, pihaknya belum mendapatkan izin dari dokter yang menangani kedua korban sehingga penyidik harus menunggu kondisi kedua korban stabil agar bisa memberikan keterangan kepada polisi.

Saat ini, keduanya masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat. Serka Fajar mengalami luka cukup parah di bagian tangan, sedangkan Praka Gunawan mengalami luka-luka di bagian paha.

Polisi juga sudah menyita kamera pengawas yang berada di kawasan Monas, Jakarta Pusat.

Untuk menyelidiki kasus tersebut, Polda Metro Jaya membentuk tim satuan tugas khusus (Satgassus). "Polda Metro Jaya sudah membuat satgas, satuan untuk mengungkap atau mendalami kasus tersebut," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono di Mako Polairud Polri, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Rabu, 4 Desember.

Namun Argo mengaku belum menerima perkembangan dari pengusutan ledakan tersebut sebab kasus ini sepenuhnya ditangani Polda Metro Jaya. "Masih didalami. Ditunggu saja. Nanti penyidik akan memberikan hasilnya," kata Argo. (Fer/Medcom/J-2)

BERITA TERKAIT