04 December 2019, 18:19 WIB

KTT Tahunan NATO Diwarnai Berbagai Perdebatan


Melalusa Sushtira Khalida | Internasional

AFP/Adrian Dennis
 AFP/Adrian Dennis
KTT Tahunan NATO

PARA pemimpin Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) berusaha menunjukkan persatuan aliansi mereka ketika berupaya menyimpulkan akhir KTT tahunan mereka, Rabu (4/12).

Namun, apa yang seharusnya menjadi perayaan ke-70 NATO dibayangi oleh saling serang komentar soal dana dan strategi masa depan NATO.

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg pun mengakui solusi untuk perselisihan dengan Turki masih belum ditemukan.

"Saya yakin bahwa kita akan dapat menemukan solusi untuk masalah yang berkaitan dengan memperbarui rencana pertahanan," ujar Stoltenberg di Watford, barat laut London, Inggris.

"Saya membahas ini dengan Presiden (Recep Tayyib) Erdogan tadi malam, dan kami tengah mengerjakan masalah ini," sambungnya.

Sementara itu, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson yang menjadi tuan rumah KTT NATO berusaha mengecilkan perselisihan yang terjadi.

Baca juga : Trump, Macron, dan Erdogan Saling Serang Soal NATO

"Ada jauh lebih banyak yang menyatukan kita daripada memecah belah kita, dan saya pikir satu hal yang diputuskan oleh setiap pemimpin di sini adalah pentingnya NATO bagi keamanan kolektif kita," tutur Johnson.

Sebelumnya, Presiden Prancis Emmanuel Macron menyerukan dialog strategis baru NATO dengan Rusia. Macron juga mempertanyakan serangan yang dilancarkan Turki terhadap pasukan Kurdi di Suriah dan pembelian sistem pertahanan udara S-400 Rusia.

Sementara itu Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengancam akan menahan upaya NATO dalam upaya meningkatkan perlindungan negara-negara Balkan, kecuali sekutu lainnya memasukkan milisi Kurdi di timur laut Suriah sebagai teroris.

NATO berencana akan meningkatkan pertahanan Polandia, Estonia, Lithuania, dan Latvia dalam menghadapi kemungkinan serangan dari Rusia.

Para pemimpin negara anggota NATO saling bertatap muka di berbagai kelompok terpisah, sebelum melangsungkan jamuan makan malam dengan Ratu Elizabeth II di Istana Buckingham Inggris Selasa, (3/12).

Baca juga : Trump Ancam Tarif 100% Barang Impor Prancis

Namun pada kesempatan itu, Macron menolak untuk menarik pernyataannya yang menyebut strategi NATO mengalami "mati otak". Sementara itu, Presiden AS Donald Trump terus bersikeras bahwa beberapa negara anggota NATO lalai dalam membayar anggaran misi keamanan.

Perselisihan itu memberi akhir yang tegang dari apa yang diharapkan peringatan ke-70 NATO sebagai aliansi militer paling sukses dalam sejarah, serta menunjukkan bahwa Barat dapat menghadapi tantangan dari Rusia dan Tiongkok. (AFP/OL-7)

BERITA TERKAIT