04 December 2019, 17:49 WIB

NasDem Bagikan Pengalaman Pada Anggota Socdem Asia


Putra Ananda | Politik dan Hukum

MI/PIUS ERLANGGA
 MI/PIUS ERLANGGA
Anggota Parlemen NasDem Prananda Surya Paloh

SEBAGAI partai yang modern, NasDem aktif terlibat dalam penyusunan kebijakan yang berkaitan dengan kesejahteraan sosial baik dalam negeri maupun internasional.

''Hal tersebut merupakan salah satu bentuk kongkret NasDem dalam menjalankan fungsinya sebagai partai politik di era demokrasi,'' kata anggota parlemen Partai NasDem, Prananda Surya Paloh dalam acara pertemuan para anggota parlemen dari 17 negara anggota Jaringan Sosial Demokrasi Asia (Socdem Asia), Jakarta, Rabu (4/12).

Menurut Prananda, kebijakan nasional yang dihasilkan oleh para pembuat regulasi akan memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan sosial masyarakat. Selain itu Kebijakan yang mengutamakan kesejehateraan sosial baik itu bersifat regional maupun global diperlukan untuk mengatasi tantangan dan tujuan bersama yaitu meningkatkan kesejahteraan sosial.

"Saya rasa Indonesia ini kematangan demokrasinya sudah cukup baik. Dan kita berikan suatu gambaran bagaimana NasDem memang dibuat untuk tujuan lebih mensejahterakan masyarakat," lanjutnya.

Dia melanjutkan, dengan menganut sistem presidensial, parlemen di Indoensia tidak bisa seenaknya membuat kebijakan tanpa melibatkan pemerintah dalam hal ini presiden. Kedeketakan parlemen dalam hal ini NasDem dengan eksekutif yaitu Presiden Joko Widodo (Jokowi) dapat mempengaruhi kebijakan yang dihasilkan untuk kesejahteraan rakyat.

"Kedekatan NasDem dengan eksekutif yaitu Presiden Jokowi dapat dikatakan mampu pengaruhi arah kebijakan yang dihasilkan," ujarnya.

Mengenai kebijakan Indoensia yang bersinggungan dengan dunia internasional, Prananda juga mengingatkan bahwa Indoensia tetap konsisten dengan gerakan non blok atau tidak berpihak terhadap kepentingan negara manapun. Namun yang pasti Indonesia sangat memiliki kepentingan terhadap kesejahteraan dan perdamaian di seluruh negara.

"Indoensia menerapkan gerakan non-blok dengan tidak berpihak ke negara mananpun, itu artinya Indoensia tetap fokus kepada peningkatan kesejahteraan dan menjaga perdamaian dunia," ujarnya.

Salah satu cara NasDem melahirkan kebijkan publik yang befokus pada kesejahteraan sosial dikatakan oleh Prananda ialah dengan melibatkan semua pihak dalam proses pembahasan kebijakan. Semua kebijakan yang dibawa oleh NasDem merupakan hasil kajian mendalam yang di dalamnya selalu melibatkan pihak-pihak terkait.

"NasDem bisa kumpulan semua organisasi sosial atau agama manapun. Kita memiliki kedekatan dengan dua organisasi muslim terbesar di Indonesia yaitu Nahdatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Semuanya bisa memberi masukan untuk jadi implementasi program kebijakan dari NasDem," paparnya.

Sementara itu dalam kesempatan yang terpisah, Ketua Koordinasi Bidang Kebijakan Publik bidang Ekonomi NasDemm Shanti Ramchand menerangkan bahwa tantangan di berbagai dunia yang paling besar adalah edukasi dan kesehatan. Forum Socdem Asia memiliki tujuan untuk saling bertukar pikiran mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

"Nah anggota DPR disini seperti apa, maka dari itu perlu juga kita ketahui untuk tidak bicara dua, tiga tahun tetapi kita bicara disini 10, 20 tahun kedepan seperti apa. Itu sudah sejalan dengan anggota SocDem," ujar Shanti yang memiliki pengalaman International Penasehat ASEAN. (OL-11)

BERITA TERKAIT