04 December 2019, 16:17 WIB

Alarm S.O.S di Konser Musik Perlu Berkelanjutan


Fathurrozak | Weekend

MI/Fathurrozak
 MI/Fathurrozak
Baskara Putra

MUNCULNYA inisiasi alarm S.O.S ialah ketika salah satu penonton konser .Feast mengalami pelecehan seksual. Sejak itu, Baskara bersama band-nya, juga Kunto Aji menggencarkan antisipasi ini.

"(Sekarang) lumayan sering digunakan. Dapat kabar dari seangkatan, junior, maupun senior gue," ungkap vokalis yang juga dikenal dengan nama Hindia melalui proyek solonya ini, beberapa waktu lalu, di Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

"Mungkin bahasanya sampel. Dalam artian, itu digunakan dalam beberapa kali kejadian. Memang belum cukup banyak.  Jadi tidak bisa pengalaman yang baru kemarin dilihata apakah efektif atau belum. Ya ini usaha nyata yang kami berikan, bersama dengan musisi lain. Memberikan instrumen untuk pengunjung acara konser."

Selain untuk mendeteksi tindak pelecehan seksual di tengah konser, S.O.S juga bisa digunakan sebagai penanda ketika penonton membutuhkan bantuan lain, seperti penonton yang pingsan.

Menurut Hindia, perlu ada kampanye berkepanjangan yang dilakukan. Sebagai upaya memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pengunjung konser. Sehingga, tindak pelecehan seksual di konser musik juga bisa dihapuskan.

"Ini seperti perban aja. Kayak kalau dibuka itu, luka masih ada. Ngomongin pelecehan seksual itu kan masalah sistemik. Topik ini pembicaraannya sangat luas. Karena juga mengakar rape culture di masyarakat kita. Kita harus malu bahwa itu ada. Untuk bisa efektif, tidak bisa berhenti di sini saja. Harus secara berkepenjangan, dan memerlukan semua pihak dan lapisan untuk sama-sama membangun bukan hanya di musik, tetapi ruang publik juga jadi lebih aman." (Jek/M-4)

BERITA TERKAIT