04 December 2019, 16:02 WIB

Nadiem Minta Perguruan Tinggi Ciptakan Kemerdekaan Belajar


Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora

MI/Bary Fathahilah
 MI/Bary Fathahilah
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim

MENTERI Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim mengatakan dampak terbesar yang bisa dilakukan perguruan tinggi adalah mencetak mahasiswa sebagai pemimpin masa depan. Ia meminta perguruan tinggi fokus menyiapkan para calon pemimpin masa depan melalui proses pembinaan pembelajaran dan pengembangan karakter mahasiswa.

Nadiem pun menyampaikan upaya untuk meningkatkan kualitas SDM yakni melalui kemerdekaan belajar dan guru/dosen penggerak. Kemerdekaan belajar berarti kemerdekaan di setiap jenjang pendidikan yang berarti pemerintah akan memberikan kepercayaan pada institusi pendidikan, pendidik dimerdekakan dari birokrasi, mahasiswa diberi kemerdekaan untuk belajar sesuai keinginan dan kegemarannya.

"Sedangkan guru/dosen penggerak maksudnya lebih banyak belajar dan menanyakan pertanyaan dari mahasiswa daripada memberikan ceramah, berinisiatif mencari ilmu baru. Kemudian mencari orang lain yang tepat untuk meningkatkan pembelajaran, pun merasa bangga jika mahasiswa memiliki kemampuan yang melebihi kemampuannya," kata Nadiem dalam acara pelantikan rektor UI periode 2019-2024 di Balai Purnomo UI, Depok, Jawa Barat, Rabu (4/12).

Baca juga: Menteri Nadiem Akui Indonesia Krisis Literasi

Hal ini juga sesuai dengan prioritas pemerintahan Presiden Joko Widodo yakni mewujudkan SDM unggul.

"Lima tahun ke depan prioritas utama adalah pada saat mahasiswa keluar dia bisa, sesukses apa dan karakternya seperti apa. Semua keputusan dosen, anggaran, regulasi, kelembagaan semua harus difilter apa dampak ini kepada mahasiswa kita," ungkapnya.

Nadiem menambahkan kondisi tidak nyaman pun akan dirasakan berbagai macam institusi pendidikan pada lima tahun ke depan. Hal ini karena perubahan tidak lah mudah.

"Tapi kalau kita mau perguruan tinggi bisa semakin relevan dan masih bisa berdampak positif pada mahasiswa, kita harus melakukan perubahan ini," tuturnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT