04 December 2019, 16:00 WIB

2030, Indonesia Pemain Utama Industri Mobil Listrik


Hilda Julaika | Ekonomi

ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf
 ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf
Industri mobil listrik.

DIREKTUR Industri Maritim, Alat Transportasi dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian Putu Juli Ardika mengatakan Indonesia berpeluang menjadi pemain utama di industri kendaraan listrik pada 2030.

Salah satu faktor yang disinyalir menguatkan adalah data yang menyebut Indonesia mempunyai basis pasar terbesar di ASEAN sebesar 1.151.284.

"2030, Indonesia pemain utama industri kendaraan bermotor baik untuk industri konvensional dan kendaraan listrik. Kenapa kita percaya diri, karena Indonesia mempunyai basis pasar terbesar di ASEAN 1.151.284," ujar Putu di acara Economic Outlook "Kesiapan Industri Otomotif Menuju Era 4.0", di Gedung BEI, Rabu (4/12).

Sementara itu, produksi dan penjualan otomotif nasional sejak 2013 sampai 2018 telah mencapai rata-rata di atas 1,2 juta unit per tahun. Hal ini turut mendorong industri komponen lokal yang ikut bertumbuh seiring peningkatan produksi tersebut. Serta memberikan angin segar untuk mendorong kesiapan industri otomotif.

Baca juga: Mitsubishi Pasang Charger Mobil Listrik di Pusat Perbelanjaan

Menurut Direktur Operasional IDX Channel Apreyvita Wulansari, saat ini kendaraan buatan Indonesia sudah diekspor ke lebih dari 80 negara di dunia. Dengan 5 negara tujuan ekspor di antaranya Filipina, Saudi Arabia, Jepang, Meksiko, dan Vietnam. Pemerintah diketahui menargetkan produksi industri otomotif mampu mencapai 1,5 juta unit kendaraan pada 2020.

Di sisi lain, Presiden Joko Widodo turut mendorong industri mobil listrik dengan menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) tentang percepatan pengembangan kendaraan bermotor listrik. Melalui aturan ini, pemerintah ingin mendorong industri otomotif lewat membangun industri mobil listrik di Indonesia.

Pengembangan ini pun didukung dengan kontribusi PT PLN Persero dengan menyediakan infrastruktur berupa Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

"Dukungan lain PLN yaitu memberikan diskon tambah daya listrik sebesar 75% bagi pemilik motor listrik dan diskon 100% bagi pemilik mobil listrik. Agar pemilik kendaraan listrik bisa menggunakan stasion charging di masing-masing rumahnya tanpa kendala daya listrik," ungkapnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT