04 December 2019, 15:38 WIB

Mengaku Nabi, Warga Kalsel diamankan Polisi


Denny Susanto | Nusantara

MI/Tiyok
 MI/Tiyok
Ilustrasi

 MENGAKU sebagai nabi, Nasrudin warga Desa Kahakan, Kecamatan Batu Benawa, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan (Kalsel), diamankan polisi setempat.

"Kepolisian Resort Hulu Sungai Tengah telah menangani kasus penistaan agama dengan tersangka Nasrudin pemimpin sebuah aliran atau ajaran yang mengaku sebagai seorang nabi terakhir," tutur Kepala Bidang Humas Polda Kalsel, Komisaris Besar (Kombes) Muhammad Rifai, Rabu (4/12).

Aliran tersebut mengajarkan jika shalat wajib maupun shalat sunat harus menggunakan Bahasa Indonesia bukan Bahasa Arab. Lafazd Dua Kalimat Sahadat juga dirubah dan berbunyi "Aku bersaksi tiada tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Nasrudin pesuruh Allah.

Kepala Polres Hulu Sungai Tengah, AKB Sabana Atmojo mengatakan kasus ini sebelumnya sudah ditangani pihak PAKEM (Pengawasan Terhadap Aliran Kepercayaan Dan Keagamaan) Kabupaten Hulu Sungai Tengah dengan menghadirkan langsung Nasrudin. Dan disimpulkan bahwa aliran tersebut adalah sesat, dengan mengeluarkan Surat Rekomendasi kepada Bupati pada 18 Oktober 2019 agar mengeluarkan SK Pelarangan ajaran Nasrudin

Setelah dilaksanakan penyelidikan dan pemeriksaan saksi sejak 26 November 2019 pihak kepolisian juga mendapatkan alat bukti lain, berupa kitab berbahasa Indonesia yang disebut Al - Furqon. Kini Nasrudin ditahan di markas Polres Hulu Sungai Tengah untuk penanganan kasus lebih lanjut. (OL-11)

BERITA TERKAIT