04 December 2019, 13:03 WIB

Serapan Beras Program BPNT di Babel Baru 40 Persen


Rendy Ferdiansyah | Nusantara

MI/Andri Widiyanto
 MI/Andri Widiyanto
Serapan beras untuk Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) 2019 baru berkisar 40 persen atau sekitar 120 ton

SERAPAN beras untuk Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) 2019 baru berkisar 40 persen atau sekitar 120 ton. Hal ini mengakibatkan stok beras di gudang Bulog Divre Bangka mengalami penumpukan. Kepala Bulog Subdivre Bangka, Taufiqurokhmah mengatakan cadangan beras medium di gudang Bulog Selindung Bangka mencapai 1200 ton.

Di Bangka saat ini ada 200 lebih e-warung, dan baru 40 persen atau 81 e-warung yang mengambil suplay beras dari Bbulog. Selebihnya masih memilih pasokan dari penyalur beras swasta.

"Setiap bulannya rata-rata hanya 120 hingga 150 ton beras bulog yang terserap program BPNT. Sementara stok beras medium di gudang Bulog Subdivre Bangka saat ini mencapai 1.200 ton," kata Taufiqurokhmah, Rabu (4/12/2019).

baca juga: Akibat Konflik Pilkades, Ada 17 Desa Belum Ajukan Dana Desa

Untuk itu, lanjutnya saat ini Bulog sedang melakukan pendekatan dengan e-warung terutama BPNT yang rutin penyalurannya agar mengambil ke bulog.Selain itu ia berharap, pemerintah melalui dinas sosial dapat membantu agar penyerapan beras bulog oleh e-warung, untuk disalurkan melalui program BPNT dapat dimaksimalkan 100 persen atau setidaknya mencapai 70 persen.

"Kita berharap Dinsos dapat membantu penyerapan beras bulog ke e-warung agar dapat maksimal 100 persen atau setidaknya hingga akhir tahun 70 persen," harapnya.(OL-3)

 

BERITA TERKAIT