04 December 2019, 11:31 WIB

Pascabaku Tembak Tewaskan 23 Orang, 10 Anggota Kartel Ditangkap


Melalusa Susthira K | Internasional

AFP/Julio Cesar Aguilar
 AFP/Julio Cesar Aguilar
Pascaserangan yang dilakukan kelompok kartel, tentara Meksiko bersiga di Kota Villa Union, Negara Bagian Coahuila, Meksiko.  o, 

PIHAK berwenang Meksiko mengatakan mereka telah menangkap 10 orang yang diduga anggota kelompok bersenjata kartel narkoba yang menyerang kota Villa Union, yang terletak di utara Meksiko dan dekat perbatasan Amerika Serikat (AS).

Insiden baku tembak tersebut menewaskan dua warga sipil, empat polisi, dan 17 anggota kartel yang tewas ditembak pasukan keamanan Meksiko.

Setelah serangan pada akhir pekan meletus, pihak berwenang segera melakukan perburuan besar-besaran dan mengumumkan delapan penangkapan baru pada Selasa (3/12) kemarin. Adapun, dua tersangka lainnya telah ditahan sebelumnya.

Gubernur Negara Bagian Coahuila, Miguel Angel Riquelme, mengatakan mereka yang ditangkap ikut serta secara langsung dalam serangan di Villa Union City Hall dan rumah-rumah yang mereka tembak di sepanjang jalan. Mereka juga terlibat konfrontasi dengan pasukan keamanan Meksiko.

"Instruksi mereka adalah menakut-nakuti orang dan menebar teror, kemudian merebut wilayah itu," ujar Riquelme kepada jaringan radio Formula Meksiko.

"Saya yakin mereka ingin membuka rute baru perdagangan narkoba (ke AS),” tambahnya.

Setidaknya 60 pria bersenjata meneror kota kecil Villa Union di wilayah utara Meksiko pada akhir pekan lalu. Mereka menembaki puluhan rumah sebelum menyerang balai kota, dan menyandera beberapa orang.

Para pejabat menanggapi dengan mengerahkan tentara, pasukan Garda Nasional dan polisi negara bagian dan lokal, memicu serangkaian baku tembak Sabtu (30/11) dan Minggu (1/12) yang menewaskan 23 orang.

Tidak hanya itu, dua pegawai kota yang diculik, empat polisi negara bagian dan 17 pria bersenjata tewas dalam serangan itu, sebagaimana yang dilaporan pihak berwenang di Negara Bagian Coahuila, tempat Villa Union berada.

Para saksi mata mengatakan orang-orang bersenjata itu mengenakan lencana Northeast Cartel, sebuah kelompok yang memisahkan diri dari Zetas yang sangat kejam.

Zetas adalah sebuah kartel narkoba yang didirikan oleh pasukan komando yang korup di Negara Bagian Tamaulipas pada 2010.

Presiden Meksiko Lopez Obrador, yang berkuasa sejak 2018 lalu menjanjikan perubahan strategi terhadap kartel narkoba yang kuat di Meksiko.

Namun pemerintahannya mengalami serangkaian kemerosotan keamanan baru-baru ini, termasuk kegagalan dalam upaya untuk menangkap Ovidio Guzman, anak pemimpin gembong narkoba Joaquin 'El Chapo' Guzman dan menangkap kelompok kartel yang menjadi pelaku pembantaian komunitas Mormon AS-Meksiko bulan lalu. (AFP/Uca/OL-09)

BERITA TERKAIT