04 December 2019, 12:30 WIB

Di IEU CEPA, Indonesia: Penting Perjanjian yang Seimbang


Andhika Prasetyo | Ekonomi

MI/Ramdani
 MI/Ramdani
Wamendag Jerry Sambuaga

PERUNDINGAN Indonesia European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU CEPA) telah memasuki putaran kesembilan.

Delegasi Indonesia yang dipimpin Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga menekankan pentingnya pembentukan perjanjian yang seimbang dan saling menguntungkan di tengah situasi ekonomi dunia yang tidak pasti.

"Saat ini terjadi friksi dagang di antara pelaku ekonomi utama dunia. Muncul sentimen antiasing, desakan gerakan populis serta keraguan terhadap sistem perdagangan multilateral di bawah naungan World Trade Organization (WTO). Kondisi-kondisi seperti ini akan bisa dihadapi jika kita bekerja sama," ujar Jerry melalui keterangan resmi, Rabu (4/12).

EU merupakan mitra dagang penting bagi Indonesia baik sebagai tujuan ekspor maupun sumber investasi.

Baca juga: DPR Minta Sawit Masuk IEU-CEPA

Pada 2018, total perdagangan kedua negara menyentuh US$31,2 miliar atau tumbuh 8,29% dari tahun sebelumnya. Secara rinci, nilai ekspor Indonesia ke UE mencapai US$17,1 miliar. Sebaliknya, UE mengekspor berbagai produk senilai US$14,2 miliar ke Tanah Air.

Dengan demikian, Indonesia menikmati surplus US$2,9 miliar dari kumpulan negara Benua Biru. Melalui IEU CEPA diharapkan angka transaksi perdagangan dapat terus ditingkatkan tidak hanya dari sisi Indonesia tetapi juga dari sisi Uni Eropa.

"Ini adalah kesempatan kita untuk mendapatkan akses pasar dan investasi yang luas di masa depan,” ungkap Jerry.(OL-5)

BERITA TERKAIT