04 December 2019, 12:15 WIB

BNN: Kaum Milenial Rentan Penyalahgunaan Narkotika


Sri Utami | Humaniora

ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal
 ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal
Deputi Pencegahan BNN Irjen Anjan Pramuka Putra

PERANG terhadap narkotika terus digaungkan Badan Narkotika Nasional (BNN). Berbagai upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika dilakukan termasuk membuat platform khusus yang bersifat edukasi dan partisipatif.

Deputi Pencegahan BNN Irjen Anjan Pramuka Putra mengatakan masalah narkotika tidak hanya tentang penangan tapi juga pemberdayaan masyarakat, rehabilitasi dan paling penting pencegahan.

"Semua ini harus bersinergi bagaimana menghadapi ancaman narkotika yang meningkat," ujar Anjan dalam seminar edukasi bahaya narkotika di Jakarta, Selasa (3/12).

Anjan menegaskan saat ini arus informasi yang mudah didapat melalui media sosial sangat memengaruhi remaja kaum milenial untuk mencoba narkotika.

"Perkembangan teknologi media sosial seperti sekarang ini sangat cepat dicerna. Maka butuh aksi yang juga sesuai dengan saat ini," tegasnya.

Penggunaan gawai yang begitu masif di kalangan remaja pun menuntut BNN bertindak cepat dalam hal pencegahan. Melalui platform digital Rumah Edukasi Anti Narkoba atau Rean.id, BNN mengajak kaum milenial yang melek teknologi dan informasi lebih waspada tentang bahaya narkoba.

Baca juga: Usulan Pembubaran BNN Disebut Ide Ngawur dan Emosional

Platform tersebut berfungsi sebagai media edukasi bagi remaja Indonesia untuk berjejaring, belajar, berbagi cerita informatif dan inspiratif. Dengan demikian, remaja mampu mengekspresikan karya diri melalui konten yang mudah dipahami oleh remaja milenial maupun generasi sebelumnya seperti orang tua.

"Ini yang kami ciptakan, melakukan edukasi dari media yang paling dekat dengan generasi milenial saat ini. Kita selalu memegang gawai," imbuhnya.

Setelah diluncurkan beberapa waktu lalu, keterlibatan milenial dalam edukasi platform tersebut terlihat sangat positif.

"Sangat positif partisipasi mereka sangatbagus dengan berbagai program yang ada di sana," tuturnya.

Sementara itu, Direktur Informasi dan Edukasi BNN Brigjen Purwo Cahyoko mengungkapkan dari penelitian yang dilakukan pada 2018 ancaman pengguna narkotika sudah merambah pada usia yang semakin muda. Hal tersebut dilakukan dengan mengoplos zat kimia dari berbagai obat batuk dan sakit kepala.

"Dari penelitian yang ada sejak tahun 2018 ada kencenderungan peningkatan prevalensi terhadap pengguna narkoba oleh kaum milenial remaja. Terutama anak SMP," ungkapnya.

Penyalahgunaan obat yang dioplos tersebut merupakan awal penggunaan narkotika.

"Rata-rata mereka baru coba-coba. Ketika mereka coba-coba kami berupaya menghentikan dengan kegiatan yang menyalurkan dan untuk meyakinkan mereka bisa berprestasi tanpa narkoba. Maka kami fasilitasi dengan bentuk Rean.id," pungkasnya.

Dari data yang dimiliki, terdapat enam kota besar mengalami peningkatan penyalahgunaan obat yang menjurus narkotika. Enam kota tersebut di antaranya Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, Samarinda dan Yogyakarta.(OL-5)

BERITA TERKAIT