04 December 2019, 08:48 WIB

DPR AS Sepakati RUU Uighur


Basuki Eka Purnama | Internasional

AFP/GREG BAKER
 AFP/GREG BAKER
Bangunan yang diduga merupakan kamp reedukasi bagi warga etnik Uighur dan etnik minoritas muslim lainnya di Xinjiang

DPR Amerika Serikat (AS), Selasa (3/12), menyepakati secara bulat RRU yang akan memperkuat posisi Washington terhadap Tiongkok terkait perlakuat terhadap etnik minoritas Uighur.

DPR AS juga meminta Presiden Donald Trump menjatuhkan sanksi terhadap sejumlah pejabat senior Tiongkok.

RUU Uighur 2019 mengutuk pelanggaran HAM berat oleh Beijing terkait aksi mereka di Xinjiang tempat sekitar 1 juta warga Uighur dan kelompok minoritas muslim lainnya ditahan di kamp-kamp reedukasi.

RUU yang lolos lewat voting dengan hasil 407 melawan 1 itu lebih tegas ketimbang RUU yang disepakati Senat pada September lalu. Kedua versi itu akan disatukan menjadi satu RUU sebelum dikirim kepada Trump.

Baca juga: Laporan Partai Demokrat Buat Trump Semakin Terpojok

RUU itu dipastikan akan memancing kemarahan Tiongkok. Beijing telah mengancam akan mengambil langkah balasan terhadap Washington setelah Trump, pekan lalu, menyepakati UU yang mendukung demonstran prodemokrasi Hong Kong.

RUU terbaru dari DPR AS itu mengecam penahanan massal warga Uighur dan menyerukan penutupan kamp reedukasi tempat warga-warga itu ditahan dan disiksa, menurun informasi dari lembaga HAM.

RUU itu mendesak Trump agar menjatuhkan sanksi bagi pejabat Tiongkok yang berada di balik kebijakan Uighur termasuk Chen Quanguo, pemimpin Partai Komunis Xinjiang.

"Hari ini, hak asasi komunitas Uighur berada dalam ancaman tindakan babar Beijing yang telah memancing kemarahan dunia," ujar Ketua DPR AS Nancy Pelosi. (AFP/OL-2)

BERITA TERKAIT