04 December 2019, 07:45 WIB

Jokowi Sebut 3 Media Bumikan Pancasila


Akmal Fauzi | Politik dan Hukum

ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar/aww
 ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar/aww
Ilustrasi -- Presiden Joko Widodo berdialog dengan pelaku UMKM di kawasan Bintang Fantasi, Subang, Jawa Barat, Jumat (29/11/2019). 

PRESIDEN Joko Widodo meminta agar para menteri maupun kepala lembaga dan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) memperhatikan target utama untuk membumikan Pancasila, yakni anak muda. Jumlah mereka sekitar  127 juta orang, atau separuh total penduduk Indonesia.

“Kita harus ingat apa yang mereka (anak muda) sukai, jangan keliru jalan. Hati-hati mereka suka lewat mana, kita harus mengerti apa yang mereka sukai,” ucap Presiden dalam arahannya di Presidential Lecture terkait Pancasila yang digagas BPIP, di Istana Negara, Jakarta, kemarin.

Presiden menyebutkan tiga hal yang disukai anak muda berdasarkan data ilmiah. Dari data survei, yang pertama mereka sukai olahraga, kemudian musik, dan ketiga, film.

Presiden Jokowi mengaku ingin menitipkan pembumian Pancasila kepada para ‘sobat ambyar’, sebutan penyanyi campur sari Didi Kempot.

“Tidak apa-apa, kita nebeng Didi Kempot. Titip sama ‘sad boys’ dan ‘sad girls’ tidak apa-apa, titip ke ‘sobat ambyar’. Tidak apa-apa, titipkan satu lirik di Pamer Bojo. Ini media-media yang disukai anak muda kita, lewat musik,” tutur Presiden.

Ia menekankan pentingnya membumikan nilai-nilai Pancasila ke generasi muda. Jokowi menyebut Indonesia akan kehilangan arah jika tanpa ideologi yang merekatkan. “Tidak mungkin negara sebesar kita Indonesia bisa kukuh bersatu seperti saat ini kalau ideologinya berbeda-beda, mau ke mana kita?” cetus Jokowi.

Presiden juga meminta pemanfaatan berbagai media sosial dan membanjirinya dengan narasi besar pembumian ideologi Pancasila. Kemudian, setiap kebijakan diisi dengan nilai-nilai Pancasila. Ideologi Pancasila harus terimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Coba lihat layanan chatting, Whatsapp, Telegram, Line, Kakao Talks, hati-hati. Lewat ini penyebaran dimulai. Netflix, YouTube, Iflix, ini yang harus kita gunakan supaya cepat,” ungkap Presiden.

Dalam hal kebijakan, Presiden mencontohkan penerapan Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, dan Program Keluarga Harapan. Setiap kartu layanan publik itu mengandung ideologi Pancasila.    

Masih kurang

Ketua Dewan Pengarah BPIP Megawati Soekarnoputri meminta agar Presiden mengisi kekosongan Dewan Pengarah yang ditinggalkan Ma’ruf Amin dan Mahfud MD.

“Pak Ma’ruf diminta Pak Presiden naik pangkat jadi wakil presiden, begitu juga Pak Mafud diambil naik pangkat juga, tapi mohon maaf Pak Presiden sampai sekarang belum ada penggantinya. Kami masih kurang,” kata Megawati di acara yang sama.       

Dewan Pengarah BPIP yang dilantik Presiden pada 7 Juni 2017 berjumlah sembilan orang, termasuk Wakil Presiden ke-6 Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif, ­Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siradj, Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia Pendeta Andreas Anangguru Yewangoe, Ketua Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya, dan Ketua Umum Majelis Buddhayana Indonesia sekaligus CEO Garudafood Group Sudhamek. (Ant/P-2)

BERITA TERKAIT