04 December 2019, 07:20 WIB

Dirundung Duka, Edgar Tetap Mampu Raih Emas


Budi Ernanto | Olahraga

ANTARA/NYOMAN BUDHIANA
 ANTARA/NYOMAN BUDHIANA
Atlet wushu Indonesia Edgar Xavier Marvelo memenangi nomor daoshu/gunshu combined cabang wushu SEA Games ke- 30 di Gedung World Trade Center

CABANG wushu berhasil memenuhi harapan masyarakat Indonesia merebut dua emas di SEA Games 2019. Kemarin, Edgar Xavier Marvelo yang baru saja ditinggal sang ayah menyumbangkan emas pertama setelah menjuarai nomor taolu daoshu/gunshu combine putra.

Dalam kondisi berduka, Edgar mampu meraih medali emas kedua di nomor taolu duilian putra bersama Harris Horatius dan Seraf Naro Siregar.

“Penampilan Edgar dan rekan-rekan sangat memuaskan. Akan tetapi, kami kecewa karena ­seharusnya ada satu emas lain dari nomor changquan yang diikuti Edgar. Juri memotong nilainya dan keputusan itu tidak bisa kami protes,” kata ­Kepala Pelatih Tim Wushu ­Indonesia, Novita.

Selain dari wushu, Indonesia pada hari ketiga SEA Games mendulang empat emas dari cabang menembak, angkat besi, pencak silat, dan senam. Petembak yang kali ini meraih juara ialah Toyyi ba Vidya Rafika Rahmatan yang turun di kelas air rifle 10 meter putri.

Lifter yang mempersembahkan emas ialah Deni di kelas 67 kg. Pesilat Puspa Arum Sari di nomor seni tunggal putri memberikan emas perdana. Lalu pesenam Rifda Irfanaluthfi menjadi juara di nomor fault.

Di cabang sepak bola, timnas U-23 Indonesia sukses menekuk Brunei dengan skor telak 8-0 pada ­lanjutan fase grup B SEA Games 2019 di Binan Football Stadium, kemarin.

Pelatih timnas U-23 Indra ­Sjafri menurunkan trio Egy Maulana Vikri, Saddil Ramdani, dan Osvaldo Haay di lini depan sejak menit pertama untuk mengincar banyak gol pada pertandingan itu.

Hasil tersebut membuat Indonesia naik ke posisi kedua klasemen dengan 9 poin, unggul selisih gol dari Thailand. Indonesia lolos ke semifinal jika di laga terakhir menang melawan Laos, Kamis (5/12).

Sebaliknya Thailand masih harus berjuang keras melawan pemuncak klasemen Vietnam dengan banyak gol untuk menyalip Indonesia di peringkat kedua serta bergantung pada hasil Indonesia kontra Laos.

Hingga hari ketiga, Indonesia mendulang 12 emas dan menduduk­i peringkat keempat klasemen sementara.

Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari mengaku masih optimistis dengan pergerakan perolehan emas. Menurut dia, peluang untuk menambah emas terbuka lebar.

“Peluang kontingen kita untuk naik peringkat di klasemen terbuka lebar karena banyak cabang unggulan kita belum dipertandingkan. Harapan kami mulai Jumat (6/12) ke atas kita bisa menambah emas. Cabang lumbung emas kami harap bisa maksimal,” tandas Raja Sapta.(Faj/X-3)

 

BERITA TERKAIT