04 December 2019, 07:15 WIB

Laporan Partai Demokrat Buat Trump Semakin Terpojok


Basuki Eka Purnama | Internasional

AFP/Niklas HALLE'N
 AFP/Niklas HALLE'N
Presiden Amerika Serikat Donald Trump

PARTAI Demokrat, Selasa (3/12), memberikan argumen yang solid untuk memakzulkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump lewat laporan yang memberikan bukti-bukti solid adanya penyalahgunaan jabatan yang dilakukan orang nomor satu AS itu.

Namun, Gedung Putih langsung mengecam laporan itu sebagai hasil proses sepihak setelah Komite Intelejen DPR AS menuding Trump menyalahgunakan jabatannya saat menekan pemerintah Ukraina untuk menyelidiki calon lawannya di pemilu presiden AS yang akan datang.

Laporan setebal 300 halanan yang akan dijadikan dasar untuk upaya pemakzulan Trump juga mengungkapkan secara detail apa yang mereka sebut sebagai pelanggaran yang dilakukan sang presiden termasuk intimidasi saksi terhadap Ukraina.

Baca juga: Trump Ancam Tarif 100% Barang Impor Prancis

"Presiden menempatkan kepentingan pribadinya di atas kepentingan nasional AS, berusaha melecehkan integritas pemilihan presiden AS, dan mengacam keamanan nasional," ungkap laporan terakhir dari Komite Intelejen DPR AS.

"Trump dan pejabat seniornya mungkin tidak melihat adanya masalah dari penggunaan kekuasaan presiden untuk menekan negara asing dalam membantu upaya terpilihanya kembali sang presiden. Namun, pendiri negara ini sudah punya obat untuk kepala eksekutif yang menempatkan kepentingan pribadinya di atas negara, pemakzulan!" imbuh laporan itu.

Upaya pemakzulan Trump dipicu oleh laporan whistleblower pada Agustus yang mengungkapkan adanya rencana yang disusun oleh Trump, kuasa hukum pribadinya Rudy Giuliani, dan sejumlah diplomat senior AS untuk menekan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky agar menyelidiki Joe Biden, calon lawan Trump di pemilihan presiden AS 2020.

Trump juga mendesak Zelensky untuk menyelidiki teori konspirasi yang menyebut bahwa Ukraina, bukan Rusia, yang campur tangan dalam pemilu AS 2016, demi keuntungan Partai Demokrat.

Dalam kedua kasus itu, Trump mengancam akan menahan dana bantuan militer sebesar US$400 juta jika Zelensky tidak melakukan apa dimaui Presiden AS itu. (AFP/OL-2)

BERITA TERKAIT