04 December 2019, 06:40 WIB

Pembinaan Jangan Setengah-Setengah


MI | Olahraga

MI/Budi Ernanto
 MI/Budi Ernanto
Pelatih Wushu Iwan Kwok

WUSHU selalu jadi andalan untuk bisa menjadi lumbung medali emas di SEA Games. Namun, cabang tersebut di Tanah Air kalah populer jika dibanding dengan seni bela diri lainnya.

Sosok juara dunia, seperti Lindswell Kwok dan juga Edgar Xavier Marvelo dinilai belum bisa mendongkrak popularitas wushu di Indonesia. Menurut Sekretaris Jenderal Wushu Indonesia Iwan Kwok, ada banyak yang harus dilakukan untuk bisa memasyarakatkan wushu di Indonesia.

Apa saja langkah-langkahnya, berikut kutipan wawancara Media Indonesia dengan Iwan.

Apa kendala wushu tidak populer selama ini di Indonesia?
Tidak ada atlet yang akan sukses jika latihannya hanya setengah-setengah. Latihan harus jangka panjang. Lindswell dulunya latihan enam hari sepekan dan satu hari sisanya melatih. Pemerintah juga harus terlibat untuk memastikan latihan atlet, untuk cabang apa pun, tidak pernah putus.

Solusi lain untuk bisa memasyarakatkan wushu?
Jika mau, ikuti langkah Iran. Wushu sekarang masuk kurikulum pendidikan negara itu. Maka, tidak menghe­rankan jika Iran bisa menempati peringkat kedua dalam perolehan­ medali di kejuaraan dunia tahun ini.

Menurut Anda, kenapa Indonesia tidak bisa seperti Iran?
Selama negara tidak menjadikan olahraga sebagai sesuatu­ yang penting, wushu dan cabang lainnya tidak akan berkembang pesat.

Dari organisasi Wushu Indonesia, apa yang sudah dilakukan?
Kami sudah banyak menggelar kejuaraan. Untuk jaring atlet, ya kami ambil para pemenang kejuaraan tingkat nasional. Tapi, tetap saja sulit untuk membina atlet jika pemerintah tidak mendukung, khususnya dalam hal anggaran.

Bagaimana dengan pembinaan atlet yang ada sekarang?
Sudah berjalan bagus. Hanya saja kembali lagi, jangan sete­ngah-setengah. Wushu selalu mencoba untuk serius karena itu kami tidak pernah bolos untuk menyumbangkan medali­ untuk Indonesia. (Beo/R-1)

BERITA TERKAIT