03 December 2019, 22:55 WIB

SEA Games 2019 Tonggak Kebangkitan Polo Air Indonesia


Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Olahraga

MI/ Budi Ernanto
 MI/ Budi Ernanto
Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia Raja Sapta Oktohari (tengah) bersama Timnas polo air putra melakukan selebrasi

TIM polo air putra Indonesia sukses menggondol medali emas untuk pertama kalinya dalam sejarah SEA Games sejak 1977. Indonesia selama ini seringnya selalu menjadi yang kedua di level Asia Tenggara di bawah Singapura yang tidak terkalahkan selama 54 tahun.

Kemenangan ini bukanlah sebuah hasil yang instan. Banyak pengorbanan yang dilakukan Redjkie Mulia dan kolega untuk mencapai titik tertinggi di SEA Games 2019. Hal itu diakui oleh pelatih polo air, Dean Baldwin.

Tak main-main, tim polo putra telah terbentuk sejak lama, sehingga kekompakkan di kolam sudah tak bisa diragukan lagi.

Ia pun mengatakan jika di pertandingan pertama melawan Filipina yang berakhir imbang 6-6 adalah menjadi titik kebangkitan tim polo air putra untuk membuktikan diri. Dengan komposisi tim yang berisikan Redjkie yang telah 10 tahun berada di timnas, Dean melihat tim polo air putra Indonesia memang tengah berada di usia matang.

 

Baca juga: Bulu Tangkis Putri Indonesia Raih Perak di SEA Games 2019

 

 

Prestasi di SEA Games 2019 tentu menjadi awal kebangkitan polo air Indonesia. Dean mengaku ada beberapa aspek yang harus diperbaiki oleh skuatnya agar bisa terus memertahankan prestasi atau bahkan ke level yang lebih tinggi.

“Ini bukan akhir ya, ini bisa dibilang baru dimulai sebagai kebangkitan polo air Indonesia. jadi, secara permainan kita memang belum sempurna dan masih banyak yang harus kami perbaiki,” tutur Dean, Selasa (3/12).

Di sisi lain, Dean bersama pelatih kepala Milos Sakovic, ingin memperbaiki stamina anak-anak yang masih menjadi pekerjaan utama.

“Kita tidak kuat main di empat babak, tapi itulah hebatnya Milos dan ia bisa menyesuaikan taktik. Ia juga bisa memaksimalkan kekurangan itu,” tuturnya.

Setelah berlaga di SEA Games 2019, Redjkie dkk. akan kembali ke daerah masing-masing untuk mengikuti Pra-Kualifikasi PON 2020. “Tahun depan untuk kalender timnas sendiri akan mengikuti Asian Championship 2020 di Manila, Filipina. Kita mungkin persiapan itu dan tentunya ada beberapa kejuaraan junior yang akan kami siapkan,” ujarnya. (OL-8)

BERITA TERKAIT