03 December 2019, 22:46 WIB

Catat, Sabtu Nanti Uji Coba Rekayasa Lalin 2-1 di Jalur Puncak


Putri Aniisa Yuliani | Megapolitan

Antara/Yulius Satria Wijaya
 Antara/Yulius Satria Wijaya
Penerapan kanalisasi 2-1 di jalur puncak

UJI coba sistem 2-1 akan kembali dilakukan di jalur Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (7/12) mendatang. Uji coba itu merupakan yang kedua setelah uji coba serupa pada 27 Oktober lalu.

Kepala Biro Humas Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Budi Rahardjo mengatakan, rekayasa lalu lintas itu tidak otomatis mengurangi kemacetan di jalur puncak.

"Tujuan dari uji coba sistem 2-1 adalah mencari alternatif jangka pendek penataan lalu lintas di jalur puncak guna memberi ruang aksesibilitas dua arah bagi masyarakat setempat setiap akhir pekan/musim liburan," kata Budi dalam keterangan resminya, Selasa (3/12).

Munculnya gagasan uji coba sistem 2-1 sendiri merupakan bentuk keputusan yang mengakomodasi usulan dan kepentingan masyarakat di sekitar puncak yang sudah cukup lama terganggu mobilitasnya karena penerapan sistem buka-tutup.

Berbeda dengan uji coba tahap pertama, uji coba kedua akan diawali dengan sistem satu arah (one way) dari Simpang Gadog menuju arah Puncak pukul 07.00 -12.00 WIB.

Selanjutnya akan diberlakukan sistem rekayasa lalu lintas 2-1 pada pukul 12.00-16.00 WIB.

Baca juga : Uji Coba Kanalisasi 2:1 Timbulkan Kemacetan di Jalur Puncak

"Dua lajur diperuntukkan bagi kendaraan yang akan turun dari Taman Safari Indonesia menuju Simpang Gadog dan satu lajur akan diperuntukkan bagi kendaraan yang naik dari Simpang Gadog menuju Taman Safari Indonesia," ujarnya.

Selanjutnya, mulai pukul 16.00 WIB pengaturan lalu lintas kembali normal menjadi dua lajur untuk dua arah.

Meski jam operasional sistem 2-1 telah ditetapkan, Budi menambahkan, kondisi di lapangan memerlukan tindakan insidental maka dapat diberlakukan diskresi kepolisian.

Perbedaan lain pada uji coba Sistem 2-1 tahap kedua ialah penempatan traffic cone sebagai pemisah lajur. Jika pada uji coba tahap pertama pemisahan tiga lajur dilakukan dengan menempatkan dua baris traffic cone, maka pada uji coba tahap kedua pemisahan lajur hanya dilakukan dengan menempatkan satu baris traffic cone.

Uji coba sistem 2-1 ini juga merupakan bagian dari usulan jangka pendek penanganan transportasi jalur Puncak sebagai bagian dari program Save Puncak.

Sementara itu, Budi mengatakan secara keseluruhan program pembenahan kemacetan di puncak terbagi juga dalam tahapan kerangka jangka menengah dan panjang.

Program kerangka jangka menengah adalah penyediaan jalur alternatif melalui Sentul (Poros Tengah Timur) dan pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO).

"Sementara itu dalam kerangka jangka panjang akan diusulkan pengembangan alternatif transportasi massal berbasis rel dari Kota Bogor menuju Kawasan Puncak," tandasnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT