03 December 2019, 22:11 WIB

Potong Anggaran Rehab Sekolah, Anies: Bangunan Masih Bagus


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

MI/ Insi Nantika Jelita
 MI/ Insi Nantika Jelita
 Anies Baswedan

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan membantah telah memangkas anggaran dana rehabilitasi gedung sekolah demi penyelenggaraan Formula E.

Menurutnya, pengurangan anggaran rehabilitasi sekolah disebabkan sekolah-sekolah yang masuk ke dalam rencana rehabilitasi total masih dalam keadaan baik setelah diteliti.

Ia pun menyebut sebaiknya tidak terlalu memfokuskan mata pada kegiatan-kegiatan fisik. Sebab, Menurutnya ada pembangunan manusia yang juga harus diperhatikan.

"Jadi justru kita berikan porsi yang lebih baik, lebih tinggi untuk yang peningkatan mutu, pendidikan. Nah, tapi orang seringkali melihatnya semata-mata jumlah sekolah yang direhab. Padahal yang didorong justru peningkatan mutunya," ungkapnya di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (3/12).

Ia menjelaskan fokus peningkatan sumber daya manusia khususnya dalam bidang pendidikan tahun depan di antaranya pelatihan guru dan kepala sekolah.

"Ini saya beri ilustrasi saja karena pembangunan yang harus dilakukan di kota ini tak selalu bersifat fisik, tapi seringkali yang bersifat fisik itu yang didorong karena itu yang keliatan. Nah, kalau pendidikan tiap tahun kenaikkannya lihat dari indikator rehab sekolah padahal ini di Jakarta, yang secara umum sekolahnya juga sudah baik," tegasnya.

Anies menambahkan dalam melihat postur anggaran seharusnya tidak melihat secara parsial tetapi secara keseluruhan. Semua pos anggaran telah disesuaikan dengan kebutuhannya.

"Tapi intinya adalah perlu melihat anggaran itu over all, jangan kecil kecil. Kemudian yang kedua juga masing-masing sudah ada kantongnya, sudah ada porsinya," tandasnya.

Sebelumnya, Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di DPRD DKI Jakarta mengkritik keras pengurangan anggaran rehabilitasi sekolah. Semula jumlah sekolah yang direhab total diajukan sebanyak 86 sekolah. Namun, jumlah sekolah yang direhab total dikurangi menjadi 56 unit sekolah.

Sementara dari sisi anggaran rehab total sekolah berkurang dari Rp3,7 triliun menjadi Rp1,4 triliun. (OL-8)

BERITA TERKAIT