03 December 2019, 22:04 WIB

Rupiah Menguat Tipis di Tengah Memanasnya Hubungan AS-Tiongkok


Hilda Julaika | Ekonomi

ANtara
 ANtara
ilustrasi: Petugas menata uang Dolar AS di Cash Pooling Bank Mandiri, Jakarta

PERANG dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok masih menjadi perhatian para pelaku ekonomi. Dukungan AS terhadap demonstrasi di Hongkok dikatakan tidak akan berdampak mudah pada negosiasi antara AS dengan Tiongkok. Meski begitu, Rupiah hari ini ditutup menguat tipis di level 14.120.

Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan pembicaraan perdagangan AS-Tiongkok tetap menjadi fokus bagi para pedagang. Terutama atas ketidakpastian yang tersisa setelah Presiden AS Donald Trump Senin kemarin mengatakan bahwa penandatanganan dua UU di AS terkait Hong Kong tidak akan membuat negosiasi menjadi lebih mudah. Namun, Trump melihat bahwa Tiongkok masih menginginkan kesepakatan.

Untuk menjawab situasi ini, Ibrahim mengatakan Bank Indonesia (BI) sudah melakukan tindakan yang tepat. "Dengan kondisi global yang begitu kuat, Bank Indonesia (BI) sdh melakukan intervensi di pasar valas dan obligasi di perdagangan DNDF," kata Ibrahim melalui rilis yang Media Indonesia terima, Selasa (3/12).

Perdagangan di pasar valas dan obligasi di perdagangan Domestic Non Delivery Forward (DNDF) sudah aktif bertransaksi sejak pukul 07.00 WIB. Ibrahim mengatakan kondisi global ini sudah diketahui sebelumnya oleh BI, sehingga mampu melakukan tindakan melalui kewenangan yang dimiliki.

"Dalam perdagangan hari ini Rupiah ditutup menguat tipis di level 14.115 dari penutupan sebelumnya di level 14.120. Dalam perdagangan besok rupiah kemungkinan masih akan melemah walaupun ditutup melemah tipis di range 14.105-14.135," terangnya. (OL-8)

BERITA TERKAIT