03 December 2019, 21:32 WIB

Indonesia Sambut Baik Rencana Blue COP


Thalatie K. Yani, laporan dari Spanyol | Internasional

AFP/Cristina Quicler
 AFP/Cristina Quicler
Pembukaan COP25 di Madrid, Spanyol

INDONESIA menyatakan dukungannya kepada Presiden Cile untuk menurunkan emisi karbon dari laut atau Blue COP. Indonesia memandang sudah waktu dan pentingnya bagi UNFCCC menangani dan bekerja sama meningkatkan ambisi menahan suhu tidak lebih dari 1,5 derajat celcius.

"Saya pikir ini oportunity baru. Kalau bicara blue carbon atau blue cop seperti sekarang selama ini kita agak fokus pada mitigasi action, agak kurang di bidang adaptation action, sekarang kita mulai bergerak ke dua-duanya, karena kita harus memperkuat daya tahan adaptasi kita terhadap perubahan iklim, laut, terutama mangrove dan padang lamun kita terutama kalau kita lakukan restorasi dan penigkatan tutupan magrove dan sebagainya itu memperkuat adaptasi kita akan perubahan iklim akibat ddari peningkatan permukaan laut," ujar wakil menteri lingkungan hidup dan kehutanan Aloe Dohong kepada wartawan di Pavilion Indonesia di Ifema, Madrid, Spanyol, Selasa (3/12.

Guna mengedepankan potensi Blue COP, Aloe mengatakan akan memperkuat dukungan penelitian terlebih dahulu sebelum menerapkannya. Ia pun mendorong untuk segera dilakukan rapat koordinasi dengan sejumlah kementerian setelah kembali lagi ke Indonesia pekan depan.

"Saya kedepan setelah COP25 dorong rapat koordinasi bagaimana kita membuat strategi di bidang blue carbon ini. Termasuk koordinasi antarkementerian untuk susun scientific base dulu, sejauh mana knowlage kita tentang blue carbon kalau masih banyak gap, buat semacam scientific committe dalam rangka perkuat scientific information kita di bidang itu sehingga dalam COP selanjutnya bidang ocean bisa menjadi hal yang bagus juga," ujarnya.

Baca juga : Dunia Harus Menghentikan Perang Melawan Alam

Perlunya koordinasi antarkementerian itu juga diungkapkan lead negociator untuk Capacity building dan teknologi Wahyu Marjaka. Sehingga semua kementerian yang terlibat, seperti kementerian koordinator Kemaritiman, Kementerian Kelautan dan Perikanan, dan LIPI memiliki konsep dan cross cutting issue dari masing-masing kementerian.

"Harus kita pastikan dan kalau sudah benar, kita tidak bicara konsep, tapi lebih ke data di lapangan. Singkronisasi data di Indonesia tidak mudah, karena cross cutting issue dan gray areanya banyak di Indonesia, ktia harus definitive," ujarnya.

Pembahasan Blue COP ini dicetuskan Presiden COP25 Carolina Schmidt dalam pembukaan sidang UNFCCC COP25, Senin (2/12). DAlam sambutannya Schmidt menyatakan pentingnya mendukung negara-negara berkembang yang terdampak perubahan iklim dan mendorong tema Blue COP dengan tema utama laut.

Dalam COP diharapkan diidentifikasi/disepakati adanya climate solution for ocean, mainstreaming mitigation for ocean, science as key to finding solution, dan speed up capacity building and technology transfer.

Dalam kesempatan tersebut Carolina Schmidt sebagai Menteri Lingkungan Hidup Cile juga menyampaikan komitmen Pemerintahnya dalam mengurangi dampak perubahan iklim melalui carbon neutral pada 2045, menutup pembangkit listrik batu bara pada 2040, rencana adaptasi dalam mengurangi dampak kekeringan khususnya di area urban, dan mengintegrasi teknologi transfer termasuk pada samudera, khususnya pengelolaan berkelanjutan dan menjadikan NDC sebagai vehicle untuk men-track ambisi dan transparansi. (OL-7)

BERITA TERKAIT