04 December 2019, 01:20 WIB

Transjakarta Tembus Penumpang 980ribu/Hari


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

MI/Bary Fathahilah
 MI/Bary Fathahilah
Transjakarta Tembus Penumpang 980ribu/Hari

PADA Senin (2/12) TransJakarta mencatat rekor baru dalam hal pencapaian jumlah pelanggan. Pada hari itu jumlah pengguna Transjakarta tercatat sebanyak 980.355 orang.

Direktur Utama PT Transjakarta Agung Wicaksono menyampaikan, rekor baru tersebut menjadi langkah baik  untuk lebih dekat dengan target 1 juta penumpang perhari. “Kurang 20 ribu orang lagi, 1 juta pelanggan/hari,” ujar Agung di Jakarta, Selasa (3/12).

Pencapaian rekor ini juga tidak lepas dari kebijakan yang dilakukan oleh Pemprov DKI agar masyarakat beralih menggunakan transportasi umum dibanding kendaraan pribadi, antara lain kebijakan ganjil genap yang diterapkan dengan perluasan.

Faktor paling signifikan untuk pencapaian jumlah pelanggan ini adalah program JakLingko yang merupakan gagasan Gubernur DKI Anies Baswedan yang terus diperluas.

Transportasi terintegrasi melalui program JakLingko telah melipatgandakan jumlah pengguna transportasi publik lebih dari 300% dalam tiga tahun terakhir.

Untuk terus menguatkan program JakLingko tersebut, tambah Agung, TransJakarta juga melakukan berbagai upaya peningkatan pelayanan. Salah satunya ialah pemasangan Tap On Bus (TOB) pada seluruh Armada Royaltrans & Low Entry TransJakarta. Pemasangan ini sudah rampung dikerjakan pada tanggal 1 Desember lalu.

“Pemasangan Tap On Bus ini akan terus dilakukan hingga semua armada, baik itu milik Swakelola Transjakarta, maupun milik operator terpasang,” kata Agung.

Dengan adanya mesin TOB pelanggan wajib membayar dengan tapping kartu di gate koridor atau di atas bus non-koridor seperti budaya bertransportasi di negara modern. Bahkan di MikroTrans yang dulunya angkot pun, penumpang melakukan tapping kartu.

“Jakarta setara Shanghai atau Singapura dalam budaya bertransportasinya,” ungkapnya.

Faktor signifikan lainnya adalah dukungan pemerintah untuk sterilisasi jalur busway terus dilakukan secara intensif, untuk meningkatkan dan memastikan pelayanan yang terbaik.


Potensi MRT

Sementara itu, Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan, masih ada potensi untuk meningkatkan jumlah penumpang Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta dalam waktu dua tahun ke depan. MRT masih mampu mengangkut 175.000 penumpang per hari.

“Jumlah rata-rata penumpang sebanyak 90.000 orang lebih per hari itu belum mencapai batas kapasitas maksimal,” kata William.

Karena itu, lanjutnya, pihaknya berani menargetkan jumlah penumpang MRT Jakarta pada tahun 2020 mencapai 110.000 orang per hari. Kemudian pada tahun 2021 rata-rata penumpang MRT mencapai 130.000 orang per hari.

“Kapasitas maksimal jumlah penumpang MRT Jakarta per hari bisa sampai 175.000 orang. Kalau kita targetkan 130.000 orang per hari, memang sudah padat, tetapi masih oke, belum sesak,” ujar William.

Satu rangkaian MRT Jakarta memiliki kapasitas 1.900 penumpang sekali angkut. Dengan jam operasi mulai pukul 05.00 WIB hingga tengah malam, jumlah maksimal penumpang per hari sekitar 175.000 orang.

PT MRT mempunyai 14 rangkaian MRT. Satu rangkaian terdiri dari enam kereta/gerbong. Jam operasional MRT dari pukul 05.00 hingga 24.00.

Selang waktu keberangkatan antar-rangkaian kereta adalah setiap lima menit pada waktu-waktu sibuk yaitu 07.00-09.00 dan 17.00-19.00 WIB. Di luar itu, headway tetap 10 menit. Itu untuk weekdays atau hari kerja.

Selama delapan bulan beroperasi, total jumlah penumpang MRT Jakarta sudah mencapai 19.990.950 orang. William optimistis dengan sarana dan prasarana yang ada, jumlah penumpang MRT Jakarta akan terus meningkat dan melebihi target. (Ssr/J-1).

BERITA TERKAIT