03 December 2019, 18:15 WIB

Garuda: Harley dan Sepeda Hampton Tanggung Jawab Penumpang


Faustinus Nua | Ekonomi

Antara
 Antara
ilustrasi pesawat Garuda Indonesia

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mengklaim sudah mengantongi self declare bersama Bea Cukai terkait kasus penyelundupan onderdil Harley Davidson dan sepeda Brompton oleh karyawannya.

Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia Ikhsan Rosan mengatakan bahwa sebelum berangkat dari Toulouse Prancis menuju Bandara Soekarno-Hatta, pihaknya sudah melakukan prosedur penerbangan tersebut.

"Di sini saya sampaikan bahwa ada sparepart yang dibawa karyawan. Dari barang yang dibawa ini, karyawan sudah melakukan self declare ke Bea Cukai," kata dia di kompleks Kementerian BUMN, Jakarta (3/12).

 

Baca juga: Kronologi Onderdil Selundupan Ditemukan di Pesawat Garuda

 

Setelah self declared, lanjutnya barang bawaan seharusnya dinyatakan aman karena memenuhi prosedurnya. Akan tetapi ketika diperiksa petugas Bea Cukai di Garuda Maintenance Facility (GMF) justru ditemukan barang bawaan tersebut.

"Dari barang-barang yang diperiksa petugas Bea Cukai, ternyata ada yang dimaksud adalah sparepart yang diperlakukan khusus," tuturnya.

Oleh karena itu, dia mengatakan pihak maskapai tidak bertanggung jawab terhadap barang selundupan mengingat barang tersebut merupakan milik individu. Perseroan pun menyerahkan kasus tersebut kepada Bea Cukai dan karyawannya harus mematuhi keputusan Bea Cukai nantinya.

"Secara umum kita mengisi form imigrasi kan ada barang yang di-clare. Itu kembali pada masing-masing orang. Kita tidak meilhat bahwa itu tanggung jawab perusahaan," kata dia.

Sebelumnya, karyawan Garuda diketahui membawa barang ilegal dalam penerbangan perdana armada baru Garuda Airbus A330-900 Neo dari Toulouse, Prancis menuju Bandara Soekarno-Hatta pada tanggal 17 Novenber lalu. Barang yang dibawa berupa onderdil motor Harley Davidson seri terbatas dan sepeda Brompton yang kemudian diamankan pihak Bea Cukai. (OL-8)

BERITA TERKAIT