03 December 2019, 19:20 WIB

Kronologi Onderdil Selundupan Ditemukan di Pesawat Garuda


M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

ANTARA/MUHAMMAD IQBAL
 ANTARA/MUHAMMAD IQBAL
Pesawat Garuda Indonesia di hanggar GMF di Tangerang Banten, beberapa waktu lalu

DIREKTUR Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, Syarif Hidayat menuturkan, hasil pemeriksaan yang dilakukan pada pesawat Airbus A330-900 seri Neo yang dipesan oleh PT Garuda tidak ditemukan pelanggaran kepabeanan dan tidak ada kargo lain.

Syarif mengatakan, dokumen kargo untuk penerbangan GA9721 tersebut sesuai dengan manifes kargo yakni nilkargo.

"Namun pemeriksaan pada lambung pesawat (tempat bagasi penumpang) ditemukan beberapa koper bagasi penumpang dan 18 boks warna cokelat yang keseluruhannya memiliki claim tag sebagai bagasi penumpang," jelas Syarif melalui keterangan resmi yang diterima, Selasa (3/12).

Bea dan Cukai, lanjutnya, telah memeriksa koper dan hanya ditemukan barang-barang pribadi milik penumpang.

"Namun pada 18 boks yang ditemukan, didapati 15 koli claimtag atas nama SAW berisi part motor Harley Davidson bekas dengan kondisi terurai dan 3 koli claimtag atas nama LS berisi 2 unit sepeda Brompton kondisi baru beserta aksesori sepeda," kata Syarif.

SAW dan LS merupakan penumpang Airbus A330-900 seri Neo dan kini tengah dilakukan penelitian lebih lanjut oleh Bea dan Cukai.

Baca juga: Bea dan Cukai Investigasi Penyelundupan Onderdil via Garuda

Kepala Subdirektorat Informasi dan Komunikasi Ditjen Bea dan Cukai, Denny Surjantoro membenarkan adanya sejumlah direksi Garuda di pesawat yang membawa onderdil Harley Davidson dan sepeda Brompton tersebut.

"Kalau Direksi memang benar ada, beberapa direksi, tapi saya kurang tau direksi apa saja. (Apa barang-barang itu milik para direksi tersebut?) Nah itu tunggu hasil penelitian teman-teman di lapangan ya," kata Denny.

Sebelumnya, pada Minggu (17/11), Bea Cukai melakukan pengecekkan pesawat Garuda Indonesia yang datang dari pabrik Airbus di Perancis. Pesawat tersebut mengangkut 10 awak pesawat dan 22 penumpang.

Pendaratan dilakukan GMF di hanggar PT GMF setelah mendapat izin dari Bea dan Cukai Soekarno Hatta. Pendaratan tersebut dikhususkan untuk keperluan seremoni lantaran bertipe baru. (A-4)

BERITA TERKAIT