03 December 2019, 23:00 WIB

Penunggak Pajak Kendaraan Mewah Didatangi


MI | Megapolitan

ANTARA
 ANTARA
Penunggak Pajak Kendaraan Mewah Didatangi

BADAN Pajak Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta bersama Polda Metro Jaya mengadakan razia gabungan pengesahan STNK dengan mendatangi langsung pemilik mobil mewah. Kali ini bertempat di salah satu perumahan Jl. Praja Raya, Jakarta Selatan, Selasa (3/12).

“Total ada lima kendaraan yang belum melakukan pembayaran,” ujar Kepala Unit PKB-BBNKB Polda Metro Jaya Jakarta Selatan Khairil Anwar di Jakarta, kemarin.

Mobil-mobil mewah tersebut di antaranya Ferrari 612 Scaglieti, Ferrari 458, Land Rover, Toyota Vellfire, dan Jaguar 25 XT dengan nilai total pajak yang menunggak hingga Rp 350 juta.

“Jumlah totalnya (pajak) sekitar Rp 350 juta, sudah dibayar satu dengan merek Ferrari, ya kurang lebih (kurangnya) Rp 300 jutaan,” jelas Khairil.

Khairil menambahkan ada 1.140 kendaraan mewah dari total 1.513 kendaraan roda empat kategori mewah yang beredar di wilayah DKI Jakarta.
Penagihan pajak dengan aksi door to door yang dilakukan BPRD banyak kendaraan mewah yang sudah menuntaskan wajib pajaknya.

“Sekitar potensi pajak Rp 20 miliaran yang belum dari Rp 44 miliar yang kami cari. Jadi saat ini sisanya yang belum bayar sekitar 500-an kendaraan yang sedang kami kejar. Sekarang kami sedang cari, mendatangi, dan menghimbau,” kata Khairil.

Pemilik mobil mewah itu disebutnya sedang dilakukan penagihan oleh pihaknya. Penagihan dilakukan dengan cara door to door. Namun pemilik kendaraan, bernama Rudiansyah tidak dapat ditemui di tempat.

“Kemarin berkasnya (penagihan pajaknya) sudah masuk, lagi proses,” ujar Rahman, petugas keamanan di rumah Rudiansyah, Selasa (3/12).

Ia menyebut saat ini dari lima kendaraan mewah yang dimiliki oleh Rudiansyah dan ternyata satu sudah dilakukan pembayaran.

“Akhirnya surat imbauan kami direspons. Kemudian yang empat lagi di sistem kami sedang diproses, empat dilakukan,” tambahnya.

Sebelumnya, BPRD juga sudah mendatangi langsung penunggak pajak kendaraan mewah. Banyak dari pemilik kendaraan mewah tersebut hanya ketitipan nama saja. Untuk kasus ini, pihak BPRD dan Kepolisian akan merazia secara khusus. (Put/J-3)

BERITA TERKAIT