03 December 2019, 16:50 WIB

BIN Dan Kepolisian Diminta Proaktif Cegah Gangguan Keamanan


Cahya Mulyana | Politik dan Hukum

ANTARA/ARI BOWO SUCIPTO
 ANTARA/ARI BOWO SUCIPTO
 PT KAI Daops 8 Surabaya menambah dua jadwal keberangkatan kereta api jurusan Malang-Jakarta untuk mengantisipasi lonjakan penumpang.i

DPR RI meminta kepolisian berikut Badan Intelijen Negara (BIN) meningkatkan upaya pencegahan gangguan keamanan, terlebih menjelang Natal dan Tahun Baru 2020. Mengenai ledakan di sekitar Monumen Nasional (Monas), wakil rakyat juga mengharapkan pihak berwajib mampu mengusutnya secara tuntas.

"Menjelang Natal dan Tahun Baru 2020, Badan Intelijen Negara harus meningkatkan early warning system terhadap ancaman keamanan yang akan muncul agar bisa dicegah. Selain itu kepolisian harus memperkuat pengamanan khususnya di gereja dan tempat keramaian malam tahun baru," ujar Anggota Komisi 1 DPR RI Fraksi PKS Sukamta kepada Media Indonesia, Selasa (3/12).

Baca juga: Jelang Natal dan Tahun Baru, PT KCI Siagakan 1.444 Personel

Menurut dia pemerintah harus memastikan Natal dan Tahun Baru 2020 dapat berlangsung lancar dan tanpa ada gangguan keamanan. Hal itu supaya masyarakat dapat lebih tenang dan nyaman menjalankan kedua hari besar tersebut.

Ia pun mengaku prihatin atas ledakan di Monas Jakarta Pusat, Selasa pagi, (3/12), yang menyebabkan dua anggota TNI, Serka Fajar dan Kopka Gunawan terluka. Seluruh pelaku mulai otak hingga eksekutor perbuatan kriminal yang mengarah ke aktivitas penyebaran teror itu harus diusut tuntas hingga mendapatkan hukuman setimpal.

"Saya mendoakan semoga beliau berdua lekas pulih kembali. Peristiwa ledakan di Monas harus diusut tuntas oleh kepolisian dan di ungkap aktor-aktor intelektual beserta motif yang mereka bawa. Bangsa Indonesia tidak menolerir segala macam kekerasan apapun alasannya," ujar Sukamta lebih lanjut," pungkasnya. (Cah/A-3)

BERITA TERKAIT