03 December 2019, 13:33 WIB

Prevalensi Stunting Bekasi Mencapai 16%


Gana Buana | Megapolitan

Istimewa
 Istimewa
 Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Tanti Rohilawati. 

PEMERINTAH Kota Bekasi mencatat angka penderita atau prevalensi stunting di Kota Bekasi mencapai 16,7% dari jumlah total anak di wilayah setempat. Angka tersebut dianggap masih di bawah ambang batas skala nasional sebesar 20%.

“Ambang batas nasional kan 20% dari jumlah penduduk, ini data terakhir 2018, diambil dari beberapa sampel responden,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Tanti Rohilawati di Kantor Pemerintahan Kota Bekasi, Selasa (3/12).

Tanti menjelaskan, meski saat ini persentase penderita stunting di Kota Bekasi masih di bawah ambang batas bukan berarti pemerintah diam membiarkan. Namun, angka tersebut sedang berupaya dikurangi oleh Pemerintah Kota Bekasi.

Menurut Tanti, cara untuk mengurangi adalah dengan mencegah stunting sejak dalam kandungan hingga usia kehidupan bayi mencapai dua tahun. Sebab, penderita stunting didominasi oleh anak di bawah usia lima tahun atau balita.

“Kita antisipasi mulai dari ibu hamil, melahirkan hingga gizi bayi, kita pantau terus supaya ke depannya anak tumbuh kembangnya bagus kemampuan kognitifnya juga bagus,” jelas Tanti.

Tanti mengatakan, anak yang menderita stunting ke depannya akan beresiko terjangkit penyakit lain. Karena iru butuh penangan sejak dini.

“Ada resiko terkena diabetes karena kan cenderung lebar pertumbuhannya bukan ke atas,” kata dia.

Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Dinkes Kota Bekasi Dezy Sukrawati menambahkan, asupan ibu hamil sampai melahirkan memang harus dijaga keseimbangannya sehingga risiko penyakit bisa dicegah.

“Penyakit ini memang cenderung menyerang balita,” tambah dia. (Gan/OL-09)

BERITA TERKAIT