03 December 2019, 12:15 WIB

Sidang Pemakzulan Digelar Saat KTT NATO, Trump Kesal


Willy Haryono | Internasional

AFP/Adrian DENNIS
 AFP/Adrian DENNIS
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) bersama ibu negara Melania saat tiba di London untuk KTT NATO

PRESIDEN Donald Trump melabeli Partai Demokrat sebagai sebuah aib bagi Amerika Serikat (AS) karena menggelar sidang perdana pemakzulan saat dirinya menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi NATO di Inggris.

KTT NATO dimulai hari ini, Selasa (3/12) hingga Rabu (4/11). Sementara sidang perdana pemakzulan di Komite Peradilan Dewan Perwakilan Rakyat AS dijadwalkan digelar Rabu (4/12).

Trump telah diundang untuk menghadiri sidang namun menolaknya dan mengatakan seluruh proses penyelidikan pemakzulan tersebut sebagai sebuah perburuan liar dan hoaks.

"Apa yang telah mereka (Demokrat) lakukan terhadap negara kita benar-benar sangat memalukan. Semua ini adalah hoaks. Semua orang juga tahu," ujar Trump, dikutip dari laman AFP.

Baca juga: AS Berlakukan Tarif Baja dan Aluminium pada Brasil dan Argentina

Sejumlah pakar akan dihadirkan dalam sidang perdana pemakzulan Trump. Mereka akan memaparkan pandangan dan menilai apakah Trump yang menekan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy demi agenda politik dalam negeri AS dapat dikategorikan sebagai perbuatan yang layak berujung pemakzulan.

Dalam sambungan telepon, Juli lalu, Trump meminta Zelenskiy menyelidiki Hunter Biden, anak politikus Demokrat Joe Biden.

Trump disebut berusaha mencoreng citra Joe Biden yang merupakan tokoh terdepan Demokrat untuk maju di pemilihan umum 2020.

Senin (2/12), Gedung Putih mengonfirmasi Trump tidak akan hadir dalam sidang perdana pemakzulan.

"Trump tidak dapat berpartisipasi," kata penasihat Gedung Putih Pat Cipollone dalam sebuah surat yang dikirimkan untuk Komite Peradilan DPR AS.

Cipollone menuding Komite Peradilan DPR AS "secara fundamental bertindak tidak adil" terkait sidang pemakzulan Trump.

Ia juga mengeluhkan Komite Peradilan DPR AS telah memanggil tiga saksi dalam kasus pemakzulan Trump, sementara Partai Republik hanya diizinkan menghadirkan satu orang. (Medcom/OL-2)

BERITA TERKAIT