03 December 2019, 10:35 WIB

Lengan Crane Pembangunan Tol Bogor Out Ring Road Patah


Dede Susianti | Megapolitan

MI/Dede Susanti
 MI/Dede Susanti
Alat berat crane mengalami patah pada lengannya di proyek pembangunan jalan Tol BORR,  Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (2/12) malam.

KECELAKAAN kerja di lokasi pembangunan Tol Bogor Out Ring Road (BORR) seksi IIIA, ruas Simpang Yasmin-Simpang Semplak, Kota Bogor, Jawa Barat, kembali terjadi.

Alat berat berupa crane mengalami patah pada Senin (2/12) malam. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Hanya lalu lintas di jalur atau jalan nasional itu sempat terganggu sekitar satu jam.

Menurut Hendro Atmodjo Direktur Utama PT Marga Sarana Jabar (MSJ) sebagai operator proyek tersebut, lengan (boom) crane jenis link belt yang berkapasitas 35 ton patah.

"Kejadiannya sekitar pukul 21.50 WIB, pada saat prngangkatan besi casing bore pile untuk pondasi di off ramp Kayu Manis R17, B2, sehingga menutupi sebagian Jalam Sholeh Iskandar," ungkapnya.

Pihaknya menduga crane itu patah karena memang tidak kuat pada saat ngecor. Casing-nya, pembungkus beton itu mau diangkat setelah dicor.

"Kita duga posisinya yang tidak stabil, sehingga istilahnya lengannya itu patah. Patah itu pada saat mengangkat casing," katanya.

Dia menjelaskan pada saat pengangkatan casing itu, tidak ada orang kecuali operator. Sehingga pada saat kejadian itu tidak ada pekerja yang terkena kejadian itu dan crane itu menutupi sebagian jalan Sholeh Iskandar.

"Tapi dalam waktu satu jam atau kira-kira pukul 23.00 wib sudah clear kembali dengan contra flow,"katanya.

Selanjutnya dilakukan pemotongan lengan crane yang menutupi sebagian Jalan Sholeh Iskandar, Kayu Manis, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor itu.

Dalam waktu satu jam, kondisi bisa pulih kembali dengan lalu lintas 2 arah dengan cara contra flow.

"Kami pastikan tidak ada korban sama sekali. Selanjutnya crane kami angkut keluar dari area proyek, sehingga pekerjaan bisa dilanjutkan untuk mengepur lagi bore pile yang diperlukan untuk pondasi dari off ramp Kayumanis," kata Hendro.

hendro mengtatakan, peristiwa tersebut bukan karena kesalahan pemasangan. Dimungkinkan casing yang tidak stabil tanahnya. Kedua karena ada kabel-kabel sehingg lengannya, sudutnya tidak bisa diatur dengan sudut yang lebih tegak.

Dia pun menjelaskan, tidak ada penghentian dan pengerjaan terus berlanjut.

"Pekerjaan utama tidak terpengaruh karena kejadiannya di ramp. Ramp itu untuk naik turun. Sedangkan pekerjaan utama masih tetap dilakukan," tuturnya.

Hendro mengatakan, peristiwa tersebut jadi pelajaran supaya nanti lebih berhati-hati. Pihaknya meminta dari PLN (Perusahaan Listrik Negara) dan Telkom untuk segera memindahkan utilitas mereka.

"Karena kita sudah koordinasi dan dalam waktu cepat. Dari pihak sana minta sampai 18 Desember 2019, tapi kita minta segera dipercepat yang kabel -kabel itu," pungkasnya.

Sebelumnya atau tepatnya pada bulan Juli 2019 lalu, coran beton proyek tersebut tumpah ke jalan. Peristiwa itu terjadi karena saat proses pengecoran beton, balok penyangga atau cetakan pier head tidak kuat sehingga melengkung dan menumpahkan cor beton.

Kejadian tersebut terjadi saat pengecoran pada mixer truck ke-22 dari total rencana 25 mixer truck. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun terdapat dua pekerja yang mengalami luka ringan akibat tertimpa material.(DD/OL-09)

BERITA TERKAIT