03 December 2019, 10:16 WIB

Ada Ledakan di Monas, Pengamanan Istana tak Diperketat


Damar Iradat | Politik dan Hukum

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
 ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
 Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres) Mayjen TNI Maruli Simanjuntak (kiri) 

USAI terjadinya ledakan di Monas, Jakarta Pusat, pengaman Istana Kepresidenan tak diperketat. Hal ini disampaikan Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) Mayjen Maruli Simanjuntak.

Ia menyebut, pengamanan di Istana Kepresidenan sudah cukup ketat.

"Enggak ah (pengamanan diperketat), bomnya aja belum jelas apa. Ledakan aja masih dicek gitu," kata Maruli saat dikonfirmasi, Selasa (3/12).

Maruli menjelaskan saat ini pengamanan untuk Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin sudah cukup kuat. Ia mengatakan pasukannya sudah mengantisipasi hal-hal seperti insiden ledakan di Monas.

Baca juga: Polisi Dalami Sumber Granat Asap yang Meledak di Monas

Lagipula, menurut dia, saat ini belum diketahui pasti sumber ledakan berasal dari bom atau bukan. Ia menyerahkan ke kepolisian untuk mengusut insiden tersebut.

"Masih belum jelas, mungkin entah barang apa, belum tentu bom," tuturnya.

Maruli juga menyatakan saat ini belum ada upaya Paspampres untuk menutup jalan di sekitar Istana Kepresidenan. Menurutnya, jikapun ada, itu merupakan kewenangan Polisi.

"Kalau penutupan akses mungkin nanti untuk penyelidikan kepolisian, kalau arahnya itu. Bukan dari kita," jelas Maruli.

Ledakan terjadi di taman kawasan Monumen Nasional, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat. Polisi sedang mengidentifikasi penyebab ledakan.

"Sedang diidentifikasi, Tim Jibom (penjinak bom) sedang di lokasi," kata Kapolsek Gambir Kompol Wiraga.(OL-5)

BERITA TERKAIT