03 December 2019, 11:10 WIB

Gencarkan Sosialisasi Bahaya Sesar Lembang


Depi Gunawan | Nusantara

Dok. DPRD Kabupaten Bandung Barat
 Dok. DPRD Kabupaten Bandung Barat
Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat, Rismanto.

PEMERINTAH diminta merespons lebih aktif hasil penelitian para pakar tentang kemungkinan terjadinya gempa besar yang dipicu aktivitas Sesar Lembang yang kini sudah memasuki fase pelepasan energi. Aktivitas sesar sepanjang  29 kilometer dari Lembang hingga Padalarang, Jawa Barat, bisa menghasilkan gempa berkekuatan 6,5 hingga 7 magnitudo.

Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat Rismanto mengatakan, pemerintah harus memberikan pemahaman poten-si gempa besar dari Sesar Lembang. Pasalnya, masih banyak masyarakat yang tidak tahu bahaya yang akan di-timbulkan dari bencana tersebut.

"Saya rasa warga Lembang pun masih banyak yang tidak tahu soal Sesar Lembang. Sudah ada bukti empiris jika sesar ini bergerak. LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) juga sudah punya data," katanya, kemarin.

Menurutnya, pemerintah daerah sudah melakukan langkah tepat dalam mewaspadai potensi gempa Sesar Lembang melalui penguatan kurikulum bencana, membentuk desa siaga bencana, pemasangan rambu-rambu, hingga simulasi gempa ke sekolah-sekolah. Namun, sejauh ini upaya tersebut kurang masif sehingga masih banyak masyarakat yang belum paham dan mengerti apa itu Sesar Lembang.

"Antara ancaman atau potensi bahaya dengan ikhtiar kita masih agak jauh, tetapi sudah ada. Saya rasa baiknya sosialisasi jangan hanya melibatkan pemerintah atau secara struktural dari RT, RW, dan desa, tapi juga harus melibatkan media massa, LSM, perguruan tinggi, dan peneliti," ucapnya.

Sosialisasi, lanjutnya, harus segera dilakukan dan tidak ditunda-tunda karena ancaman gempa Sesar Lembang tidak bisa diramalkan kapan akan terjadi. "Tidak boleh berlarut-larut karena bencana bisa kapan saja terjadi, sangat tidak terduga. Isu-isu lingkungan itu harus diangkat karena di sana (Sesar Lembang) banyak ancaman, saya lihat di Bandung Barat, masih serbaterbatas," tuturnya.

Prakiraan terjadinya gempa besar yang mengancam masyarakat akibat aktivitas Sesar Lembang antara lain pernah diungkapkan salah satu peneliti LIPI Mudrik R Daryono. Merespons ancaman gempa Sesar Lembang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandung Barat telah menyusun dokumen rencana dan konsep (renkon) yang difasilitasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Dokumen renkon ini berisi skenario yang harus dilakukan ketika gempa akibat Sesar Lembang terjadi. Nanti semuanya akan tergambarkan dalam dokumen renkon," kata Kepala Pelaksana BPBD Bandung Barat Duddy Prabowo.

Selain itu, BPBD juga sudah meng-anjurkan kepada masyarakat yang tinggal di sekitar Sesar Lembang agar membangun rumah dengan struktur bangunan yang kuat atau tahan gempa. (DG/N-1)

BERITA TERKAIT