03 December 2019, 08:53 WIB

200 Ribu Warga Filipina Harus Dievakuasi Akibat Topan Kammuri


Deri Dahuri | Internasional

AFP/RAZVALE SAYAT
 AFP/RAZVALE SAYAT
Polisi menyingkirkan ranting-ranting pohon yang patah akibat badai di Kota Legaspi, Provinsi Albay, Filipina, Selasa (3/12).

PEMERINTAH Filipina telah mengevakuasi 200 ribu orang di daerah pantai dan pegungan disebabkan banjir dan longsor yang dipicu topan.Otoritas setempat juga mengatakan pihaknya menutup satu bandara internasional akibat serangan topan yang memicu tanah longsor.

Topan Kammuri merupakan topan ke-20 di Filipina yang melanda selama tahun ini. Kammuri telah menyebabkan longsor di beberapa tempat di pulau utama Luzon sebelum tengah lama atau Senin malam (2/12). Badai yang terdahsyat di Filipina diberi nama topan Tisoy.    

Menurut Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), topan Kammuri diberi nama lokal agar warga Filipina mudah untuk mengetahui dan mengantiisipasi. Namun topan telah menyebabkan dampak besar terhadap Filipina.

Terkait serangan topan Kammuri yang melanda puluhan provinsi di selatan Luzon, otoritas Filipina telah memberi peringatan terhadap terjadinya serangan topan susulan di 35 provinsi.

Otoritas juga mengatakan bahwa terjangan topan dalam kategori 4 yang sangat mungkin menyebabkan longsor. Topan dengan hembusan angin kuat disertai hujan juga menyebabkan banjir.

Topan sangat mungkin melintasi pinggiran ibu kota Filipina, Manila, pada siang hari ini, Selasa (3/12). Pejabat Bandara Internasional Ninoy Aquino akan ditutup dari pukul 11.00 hingga 23.00 waktu lokal. Puluhan penerbangan juga telah ditunda dan sejumlah sekolah ditutup di sejumlah provinsi.        

Tak hanya itu, penjaga pantai menunda pelayaran di wilayah timur laut dan ribuan kapan kargo, kapal pesiar, dan kapal kecil terpaksa bersandar di pelabuhan.    

Ganggu pelaksanaan SEA Games 2019

Topan Kammuri juga telah berdampak pada Filipina yang tengah menjadi tuan ruma multiajang SEA Games 2019 yang baru dibuka pada Sabtu (30/11). Pihak panitia mengatakan perlombaan selancar angin ditunda dan beberapa cabang ditunda demi alasan keaman.

Dengan 20 kali dilanda topan dalam setiap tahun, Filipina menjadi salah satu negara yang rentan bencana. Negara kepulauan dengan populasi lebih dari 100 juta juga terletak di 'Ring of Fire' Pasifik atau wilayah gempa dan letusan gunung vulkanik yang aktif. (AFP/Aljazeera/OL-09)

 

BERITA TERKAIT