03 December 2019, 08:10 WIB

Target Indonesia Turunkan Emisi hingga 29%


Thalatie Yani Laporan dari Madrid | Humaniora

Dok. KLHK
 Dok. KLHK
Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Alue Dohong (kanan) bersama Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar

INDONESIA berharap konferensi perubahan iklim Conference of the Parties (COP) ke-25 tidak mengalami deadlock seperti tiga tahun terakhir. Pasalnya, penerapan Paris Agrement akan dilakukan pada Januari 2020.

National Focal Point UNFCCC Indonesia, Ruandha Agung Su-gardiman, mengatakan hal itu di sela pembukaan COP 25 di Ifema, Madrid, Spanyol, kemarin.

"Kita harus upayakan bilateral, negosiasi informal. Kita secara bilateral sudah ada kesepakatan dengan Norwegia, Inggris, danJerman. Non-market, posisi Indonesia itu aman, jadi kita ikuti. Kasihan negara-negara yang masih di bawah kita, harus dukung mereka," ujar Agung kepada wartawan.

Menurutnya, ada sekitar 40-50 negosiator yang diturunkan pada COP 25 untuk memperjuangkan kepentingan Indonesia. Agung menilai konferensi kali ini sangat penting karena sudah tiga tahun terakhir deadlock, ditambah lagi tahun lalu Amerika Serikat menyatakan keluar dari Paris Agrement.

Indonesia, lanjutnya, menargetkan menurunkan emisi hingga 29% dengan upaya sendiri. Namun, bila mendapat dukungan dari negara lain, bisa mencapai 41%. Meski begitu, Agung menyatakan Indonesia tak mau banyak berambisi di sektor market, tapi lebih menitikberatkan ke non-market.

Saat ditemui di Paviliun Indonesia, COP 25, Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar mengungkapkan Indonesia harus ngotot dalam negosiasi menentukan kewajiban negara-negara di dunia. Pasalnya, Indonesia berperan sangat strategis dan diperhitungkan.

Terpisah, Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Alue Dohong menyatakan kesiapan Indonesia dalam upaya diplomasi penanggulangan perubahan iklim pada COP 25.

"Kesiapan Indonesia antara lain secara materi untuk debat pada hard diplomacy dan kesiapan Paviliun Indonesia sebagai soft diplomacy. Kita punya 40-70 negosiator yang terbagi dalam 13 tematik negosiasi yg akan kita perjuangkan di COP 25," ujar Alue.

Sebanyak 197 negara menghadiri pembukaan COP 25. Tahun ini, The United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) mengusung tema Time for action dan akan membahas langkah nyata mewujudkan Artikel 6 Paris Agrement, menyangkut implementasi nationally determined contribution (NDC) pengurangan emisi. Reduksi emisi bisa ditransfer antarnegara dan diperhitungkan di NDC. (Ind/X-7)

 

Dunia Harus...| Hlm 18                              

BERITA TERKAIT