03 December 2019, 06:32 WIB

Topan Kammuri Hantam Filipina, Ribuan Orang Melarikan Diri


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

AFP/Handout/Courtesy of Gladys Vidal
 AFP/Handout/Courtesy of Gladys Vidal
Topan Kammuri mendarat di Filipina

TOPAN Kammuri telah mendarat di Filipina tengah, di ujung selatan Pulau Luzon.

Sekitar 200.000 penduduk telah dievakuasi dari pantai dan daerah pegunungan karena kekhawatiran akan banjir, badai, dan tanah longsor.

Operasi di bandara internasional Manila ditangguhkan selama 12 jam mulai Selasa (3/12) pagi.

Beberapa event atau perlombaan di ajang SEA Games yang dibuka pada Sabtu (30/11) telah dibatalkan atau dijadwalkan ulang.

Baca juga: Dapur Umum demi Keharmonisan Kontingen

Badai, yang mendarat di Provinsi Sorsogon, dikatakan memiliki angin berkelanjutan maksimum 175 km/jam dengan hembusan hingga 240 km/jam, dengan badai melonjak hingga tiga meter diperkirakan, kata layanan cuaca.

Puluhan ribu orang telah meninggalkan rumah mereka di bagian timur negara itu, tempat topan diperkirakan akan menerjang lebih dulu.

Tetapi beberapa memutuskan untuk tetap tinggal meski badai akan datang.

"Angin menderu. Atap rumah rusak dan saya melihat satu atap beterbangan," kata Gladys Castillo Vidal kepada kantor berita AFP.

"Kami memutuskan tetap tinggal karena rumah kami terbuat dari beton dua lantai ... Mudah-mudahan bisa tahan terhadap badai," harapnya.

Penyelenggara SEA Games telah menangguhkan beberapa kompetisi, termasuk selancar angin, menambahkan event lain akan ditunda jika perlu. Tetapi, tidak ada rencana memperpanjang perhelatan yang akan berakhir pada 11 Desember mendatang.

Otoritas bandara mengatakan Bandara Internasional Ninoy Aquino di ibu kota Manila akan ditutup mulai pukul 11:00 hingga 23:00 waktu setempat pada Selasa (3/12) sebagai tindakan pencegahan.

Lusinan penerbangan telah dibatalkan atau dialihkan dan sekolah-sekolah di provinsi yang terkena dampak ditutup.

Negara ini dilanda rata-rata 20 topan setiap tahun. (BBC/OL-2)

BERITA TERKAIT