03 December 2019, 07:30 WIB

Selain TransJakarta, Subsidi untuk MRT dan LRT juga Dipotong


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

ANTARA/Fakhri Hermansyah
 ANTARA/Fakhri Hermansyah
Sejumlah penumpang turun dari kereta LRT di Stasiun Velodrome, Rawamangun, Jakarta Timur.

KEPALA Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengungkapkan pemotongan subsidi transportasi umum  tidak hanya diperuntukkan untuk Trans-Jakarta saja. Pemotongan subsidi itu juga dikenakan pada transportasi Moda Raya Terpadu (MRT) dan Lintas Rel Terpadu (LRT) Jakarta.

"Jadi (pemotongan subsidi) Trans-Jakarta dari Rp4,197 triliun menjadi Rp3,291 triliun. Lalu MRT dari Rp938,5 miliar menjadi Rp825 miliar. LRT dari Rp527,5 miliar menjadi Rp439,6 miliar," jelas Syafrin saat dihubungi, Senin (2/12).

Anggaran untuk subsidi transportasi massal yang dioperasikan badan usaha milik Pemprov DKI sebelumnya diusulkan adalah Rp6,741 triliun dalam rapat Badan Anggaran DPRD DKI pada 26 November 2019.

Namun, karena rancangan KUA-PPAS 2020 defisit, Tim Anggaran Pemprov DKI (TAPD) mengusulkan subsidi dipangkas sebesar Rp1,1 triliun dalam rapat pada 27 November 2019.

Baca juga: 8 Bulan Beroperasi, Penumpang MRT 20 Juta Orang

Dengan demikian, subsidi untuk tiga transportasi massal itu disepakati Rp5,579 triliun dalam KUA-PPAS tahun 2020.

Syafrin juga menuturkan, subsidi itu bisa mencukupi untuk operasional selama 10 bulan atau sampai Oktober 2020. Pihaknya juga tidak menaikkan tarif ketiga transportasi umum itu.

"Tidak ada skenario perubahan tarif. Nanti bisa ditanyakan ke (pihak) Trans-Jakarta," tandas Syafrin.

Pemprov dan DPRD DKI menyepakati KUA-PPAS 2020 sebesar Rp87,9 triliun setelah rancangannya defisit sampai Rp10 triliun.

KUA-PPAS 2020 menjadi dasar Pemprov DKI Jakarta menyusun Raperda tentang APBD 2020 yang akan dibahas kembali bersama DPRD DKI. (OL-2)

BERITA TERKAIT