02 December 2019, 18:25 WIB

Jumlah Wisman Meningkat 4,86%


Jumlah Wisman pada Oktober 2019 Meningkat 4,86% | Ekonomi

MI/ Adam Dwi
 MI/ Adam Dwi
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kecuk Suhariyanto

BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat pola penurunan jumlah wisatawan mancanegara (wisman) di Oktober masih terjadi. Pola ini disebabkan belum mulainya masa liburan.

Tercatat jumlah Wisman pada Oktober 2019 mencapai 1,35 juta orang atau turun 3,28% dibanding September 2019. Namun bila dilihat secara year on year (YoY), jumlah tersebut meningkat sebesar 4,86%.

"Untuk YoY ini peningkatannya cukup pesat terjadi di bandara internasional Lombok, terjadi peningkatan 62,50%," kata Kepala BPS, Suhariyanto di kantornya, Jakarta, Senin (2/12).

Peningkatan yang besar itu, lanjutnya, bukan hal yang mengejutkan lantaran di 2018 wilayah Lombok terjadi gempa dan berdampak pada turunnya jumlah wisman.

"Sehingga jumlah wisman ke Lombok tahun lalu menurun, tapi jumlah wisman di Lombok Oktober ini meningkat secara persentase cukup besar," jelas Suhariyanto.

Dari 1,35 juta wisman di Oktober, ia menambahkan, 63% wisman masih menggunakan angkutan udara. Sementara 25% wisman menggunakan angkutan laut dan 12% sisanya menggunakan angkutan darat.

Bandara Ngurah Rai masih menjadi pintu masuk bagi wisman yang melancong ke Indonesia. Tercatat pada Oktober 2019 sebanyak 566 ribu orang berkunjung ke Indonesia melalui bandara yang ada di Bali tersebut.

Meski secara month to month (mtm) mengalami penurunan, bila dilihat secara YoY, jumlah wisman yang masuk dari Bandara Ngurah Rai naik 9,65% dari tahun lalu.

Berbeda, Bandara Soekarno Hatta mengalami tren penurunan baik secara mtm maupun YoY masing-masing mencapai -11,05% dan -22,70%.

"Kualanamu mtm dan YoY masih mengalami kenaikan. Bahkan kenaikan di Kualanamau YoY 37,42%," ungkap Suhariyanto.

Lebih lanjut, ua menjelaskan wisman terbesar pada Oktober 2019 berasal dari Malaysia yang mencapai 17,8%, diikuti Tiongkok sebesar 11,9%, Singapura 10,7%, Australia 9,7%, Timor Leste 6,8% dan negara lainnya hingga 43,1%.

Sementara peningkatan terbesar jumlah wisman YoY ke Indonesia berasal dari Rusia. Meski secara keseluruhan jumlah turisnya hanya 13.300 orang, namun secara persentase wisman asal Rusia meningkat 49,89%.

Penurunan terbesar jumlah wisman datang ke Indonesia pada Oktober 2019 berasal dari Hong Kong hingga -54,58% dari tahun sebelumnya.

"Kita bisa memaklumi karena di Hong Kong sedang ada masalah di sana, jumlah turisnya 3.500 dan berdasarkan persentase jumlahnya mengalami penurunanan 54,5%," jelas Suhariyanto.

Lebih lanjut, kata dia, bila diakumulasikan, maka sejak Januari hingga Oktober 2019, jumlah turis secara keseluruhan mencapai 13,6 juta orang. Jumlah tersebut naik dibanding periode yang sama di 2018 sebesar 13,2 juta turis.

"Berarti jumlah wisman selama Januari-Oktober mengalami kenaikan 2,85%," pungkasnya. (OL-8)

BERITA TERKAIT