02 December 2019, 22:26 WIB

Fenomena Akhir Tahun Picu Meroketnya IHSG


Ihfa Firdausya | Ekonomi

Antara
 Antara
ilustrasi IHSG

INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup meroket ke level 6.130,06. Angka tersebut tumbuh 118,23 poin atau 1,97% dari penutupan sebelumnya di level 6.011,83.

Menurut, Analis Binaartha Technical Research M. Nafan Aji hal ini tidak terlepas dari fenomena window dressing dan santa claus rally pada Desember.

"Bulan Desember adalah bulan yang bullish bagi IHSG karena mendapatkan katalis positif dari aksi window dressing maupun santa claus rally. Apalagi penguatan IHSG ini telah terjadi sejak 29 November lalu," katanya kepada Media Indonesia, Senin (2/12).

Window dressing merupakan fenomena di pasar saham di mana para pelaku pasar memperbaiki kinerja portfolio, transaksi, ataupun performa mereka di akhir tahun untuk menarik hati para investor. Sedangkan santa claus rally adalah efek kalender yang melibatkan kenaikan harga saham.

Selain faktor di atas, Nafan juga menyebut stabilitas inflasi jadi sentimen positif melesatnya IHSG hingga hampir 2%.

"Stabilitas inflasi yang merupakan bagian dari stabilitas fundamental makroekonomi domestik yang inklusif dan berkesinambungan memberikan efek positif bagi meningkatnya kepercayaan para pelaku pasar untuk masuk ke pasar modal," pungkasnya.

Sebagai informasi, pada hari ini (2/12) Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data inflasi bulan November 2019. Pada November 2019 terjadi inflasi sebesar 0,14 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 138,60. Sementara untuk tingkat inflasi tahun kalender (Januari–November) 2019 sebesar 2,37 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (November 2019 terhadap November 2018) sebesar 3,00 persen.

Menurut Kepala BPS Suhariyanto, dengan angka inflasi tersebut, kemungkinan target inflasi 2019 sebesar 3,5% akan tercapai. "Dengan melihat angka terdebut, maka target inflasi tampaknya akan tercapai," ujarnya. (OL-8)

BERITA TERKAIT