03 December 2019, 02:20 WIB

Teroris Serang Gereja Burkina Faso, 14 Tewas


MI | Internasional

AFP
 AFP
Teroris Serang Gereja Burkina Faso, 14 Tewas

SETIDAKNYA 14 orang tewas, Minggu (1/12), dalam serangan di sebuah gereja di timur Burkina Faso. Rumah-rumah ibadah telah menderita serangkaian serangan teroris tahun ini, kata pemerintah daerah.

Orang-orang bersenjata tak dikenal melakukan serangan selama kebaktian Minggu di sebuah gereja Protestan di Kota Hantoukoura dekat perbatasan dengan Niger, kata pernyataan pemerintah. "Serangan ini menewaskan 14 orang dan banyak yang terluka," ujar pemerintah.

Tentara di wilayah itu memburu para penyerang, yang melarikan diri dengan menggunakan skuter, kata sumber keamanan sebelumnya.

Negara Afrika Barat itu telah mengalami serangkaian serangan terhadap sasaran Kristen sejak Februari, menewaskan 21 orang sebelum serangan Minggu.

Burkina Faso pernah menjadi kantong wilayah yang damai di kawasan itu, tetapi kekerasan tahun lalu merenggut ratusan korban jiwa dan memaksa hampir 1 juta orang meninggalkan rumah mereka.

Populasi Burkina Faso ialah sekitar dua pertiga muslim dan sepertiga Kristen.

Kelompok-kelompok jihadis menargetkan ulama Kristen dan juga muslim yang mereka anggap tidak cukup radikal di negara yang mana secara tradisional kedua agama berdampingan secara damai.

Lebih dari 700 orang telah tewas dalam kerusuhan Islam sejak pertempuran meluas melintasi perbatasan dari Mali.

Penyergapan terhadap konvoi yang mengangkut karyawan perusahaan tambang Kanada di Burkina Faso awal bulan ini menewaskan 37 orang, serangan paling mematikan dalam hampir lima tahun kekerasan jihadis.

Serangan di Burkina Faso, yang berbatasan dengan Mali dan Niger, dimulai di utara, tetapi menyebar ke timur dan barat negara itu pada 2018, sedangkan Ibu Kota Ouagadougou telah dilanda tiga kali.

Kekerasan itu dikaitkan dengan para jihadis yang berafiliasi dengan Al-Qaeda atau kelompok Negara Islam, dengan sekitar 500 ribu orang telantar akibat serangan. Serangan-serangan telah meningkat tahun ini ketika tentara berjuang untuk menahan militan Islam di bekas jajahan Prancis. (AFP/Hym/I-1)

BERITA TERKAIT