02 December 2019, 19:16 WIB

Puan Minta Banggar Awasi Penambahan Utang Luar Negeri


Putra Ananda | Politik dan Hukum

MI/ Susanto
 MI/ Susanto
Puan Maharani

KETUA DPR RI Puan Maharani meminta Badan Anggaran dan Komisi XI untuk mencermati penambahan utang luar negeri. Hal itu mengingat melebarnya defisit Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2019.

Puan mengingatkan agar defisit ABN perlu dijaga dalam batas aman meski tetap dibutuhkan sebagai pemicu pergerakan ekonomi.

“Melebarnya defisit APBN karena pemerintah butuh tambahan ruang fiskal. Tapi konsekwensinya akan ada penambahan hutang luar negeri,” ujar Puan dalam catatan akhir tahunnya tentang kondisi ekonomi, Senin (2/12).

Pemerintah memperkirakan defisit APBN akan melebar pada kisaran 2,2% terhadap PDB hingga akhir 2019, atau naik dari target APBN 2019 yang ditetapkan sebesar 1,93%. Membesarnya defisit APBN 2019 terjadi karena pemerintah membutuhkan ruang fiscal yang cukup untuk menjaga pertumbuhan ekonomi ditengah melambatnya perekonomian dunia.

Pertumbuhan perekonomian global belakangan terus diprediksi menurun hingga 3,0%, dibanding tahun-tahun sebelumnya dari kisaran 3,8%. Volume perdagangan global tahun ini diprediksi pertumbuhannya hanya 1,1%. Melemahnya pertumbuhan ekonomi global antara lain akibat dari perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan Tiongkok.

Dengan kondisi eksternal seperti itu, menurut Puan, pemerintah harus menggenjot konsumsi dalam negeri.

“Pelebaran defisit perlu dilakukan karena pemerintah juga harus memberikan stimulus kepada masyarakat, terutama di daerah untuk bisa menjaga daya beli,” pungkasnya. (OL-8)

BERITA TERKAIT