02 December 2019, 19:10 WIB

Garap Imperfect, Ernest Temukan Fakta Soal Pelaku Body Shaming


Fathurrozak | Weekend

MI/ Sastro
 MI/ Sastro
Sutradara film 'Imperfect", Ernest Prakasa (tengah), saat berkunjung ke Media Indonesia, Senin (2/12), bersama dengan para pemain.

"HAL menarik saat gue dan Meira riset, ternyata pelaku body shaming terbanyak ialah ibu-ibu, ibu sendiri. Itu berdasar riset yang kita lakukan dan ternyata banyak para pemain mengalami. Mungkin tidak bermaksud jahat, tetapi itu memang terjadi secara umum oleh ibu kita sendiri di rumah. Maksudnya mungkin baik tapi menjadikan rendah diri," papar sutradara Ernest Prakasa saat berkunjung ke redaksi Media Indonesia di Kedoya, Jakarta Barat, Senin, (2/12).

Dalam kunjungan itu Ernest datang bersama para pemain Imperfect, yakni Jessica Mila, Shareefa Daanish, Kiky Saputri, dan Yasmin Napper. Ernest menjelaskan jika film yang akan tayang 19 Desember 2019 ini  diangkat dari buku karya sang istri, Meira Anastasia.

Dalam linimasa film, masa kecil karakter utama bernama Rara (Jessica Mila) juga diangkat. Ini ditujukan untuk menunjukkan bahwa perisakan terhadap bentuk tubuh sudah berlangsung sejak kita dalam usia dini.

"Justru film ini pengennya sedikit memberikan penyadaran juga buat orang yang melakukan itu. Maksudnya mungkin cuma bercanda, setelah nonton film ini bisa melihat sisi sebaliknya. Bahwa body shaming bisa berdampak psikologis yang serius," tutur sutradara yang film Milly & Mamet karyanya, masuk di dua nominasi Festival Film Indonesia (FFI) 2019.

Lebih lanjut, Ernest berharap teman-teman yang menjadi sasaran body shaming juga bisa merasa terwakili. Lebih penting lagi, pelakunya juga bisa merasakan dampak body shaming terhadap korbannya.

Sementara itu, Jessica Mila mengaku menaikkan berat badan hingga 10kg. "Jadi itu (di film) muka aku beneran karena efek penaikan berat badan sebanyak 10 kilogram, selama sebulan. Sebisa mungkin juga enggak kasih lihat kalau aku lagi naikin berat badan di sosial media," ujar aktris berusia 27 tahun itu.

Proses penaikan berat badan itu dijalani dengan program khusus. Dalam program penaikan dan penurunan berat badan, Mila didampingi ahli gizi dan personal trainer untuk berolahraga.

Dalam sehari, ia menjalani tiga kali makan berat. "Harus ada karbonya, protein, serat, dan memang seperti makan makanan sehat hanya saja porsinya lebih banyak. Aku juga mengonsumsi kudapan seperti keju, cokelat hitam, dan kacang, yang memang tinggi kalori tapi mengandung lemak baik. Buah juga yang protein tinggi, seperti Alpukat dan Pisang," ujarnya. (M-1)

BERITA TERKAIT