03 December 2019, 00:00 WIB

Baku Tembak Meksiko Tewaskan 21 Orang


MI | Internasional

AFP
 AFP
Baku Tembak Meksiko Tewaskan 21 Orang

MEKSIKO kembali dilanda baku tembak mematikan antara geng peredaran narkoba dan aparat keamanan.

Terbaru, baku tembak di Meksiko dekat perbatasan Amerika Serikat (AS) antara tersangka penyelundup narkoba dan polisi menewaskan 21 orang, termasuk empat petugas, kata para pejabat, Minggu (1/12) waktu setempat.

Konfrontasi itu dimulai tak lama sebelum tengah hari pada Sabtu di Negara Bagian Coahuila ketika petugas mendeteksi beberapa kendaraan dan penumpang yang bersenjata lengkap berkeliling di komunitas kecil Villa Union, 60 kilometer (40 mil) dari perbatasan.

Penembakan berlanjut hingga Minggu dini hari, kata pemerintah Coahuila, menambahkan empat dari mereka yang tewas adalah polisi, 14 diduga penjahat dan tiga mayat lainnya tidak dikenal. Enam petugas terluka tetapi luka-luka mereka tidak serius.

Pihak berwenang setempat mengatakan tiga truk disita dalam operasi itu, serta beberapa senjata kaliber tinggi dan amunisi yang tidak ditentukan.

Baku tembak itu terjadi setelah pemimpin Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador memperingatkan dia tidak akan mengizinkan AS melakukan operasi bersenjata lintas perbatasan terhadap kartel narkoba di negara itu.

Di sisi lain, penembakkan kembali terjadi di AS pada negara bagian New Orleans, Ahad (1/12) waktu setempat. Kali ini, seorang penembak melukai 10 orang di Canal Street, tepi French Quarter, New Orleans.

Departemen Kepolisian New Orleans mengatakan para korban penembakkan sudah dirawat di rumah sakit setempat. Dua dari korban berada dalam kondisi kritis. Pasien kritis menderita luka tembakan di tubuh.

“Seorang individu ditahan di dekat tempat kejadian, dia masih diselidiki. Tidak ada petugas kami yang terluka,” kata Kepala Polisi Shaun Ferguson, Senin (2/12).

Menurut polisi, terdapat banyak orang di daerah itu sehingga para petugas tidak dapat menentukan siapa yang melepaskan tembakan. “Kami memiliki petugas di sana, di daerah tempat mereka sedang ditembaki dan mengambil posisi untuk menanggapi hal ini,” kata Ferguson. (AFP/Hym/I-1)

 

BERITA TERKAIT