02 December 2019, 22:20 WIB

8 Bulan Beroperasi, Penumpang MRT 20 Juta Orang


MI | Megapolitan

MI/Fransisco Carolio Hutama Gani
 MI/Fransisco Carolio Hutama Gani
8 Bulan Beroperasi, Penumpang MRT 20 Juta Orang

SEJAK beroperasi pada 24 Maret 2019 hingga 26 November 2019, jumlah penumpang Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta mencapai sekitar 20 juta orang. Itulah jumlah terangkut penumpang selama delapan bulan beroperasi MRT Jakarta berkisar 19.990.950 orang.

Direktur Utama (Dirut) PT MRT Jakarta, William Sabandar, mengatakan, jumlah penumpang MRT relatif cukup tinggi dalam delapan bulan beroperasi, menunjukkan angkutan massal berbasis rel itu sudah mulai menjadi transportasi publik favorit warga Jakarta setelah Transjakarta.

“Berarti animo masyarakat untuk menggunakan MRT Jakarta sebagai transportasi publik dalam aktivitas sehari-hari sudah cukup tinggi. Keberadaan MRT Jakarta sudah mendapat tempat di hati warga yang ingin beraktivitas dengan cepat, nyaman, aman juga harga terjangkau,” kata William Sabandar, di Jakarta, Senin (2/12).

Dengan tercapainya angka jumlah penumpang hampir 20 juta orang selama delapan bulan, maka target jumlah penumpang harian MRT juga terlampaui. Dia menambahkan, rata-rata jumlah penumpang MRT Jakarta per hari tertinggi sudah mencapai 93.165 orang. Sedangkan rata-rata jumlah penumpang per bulan sudah mencapai sebanyak 83.516 orang.

Sementara target yang ditetapkan MRT Jakarta untuk tahun pertama beroperasi sebanyak 65.000 penumpang per hari. “Jadi ketika ketepatan waktu masih 50%, penumpang naik. Lalu ketika ketepatan waktu sudah 100 persen sekarang, jumlah penumpang juga naik dengan cepat,” ujar William.

Melihat peningkatan jumlah penumpang yang cukup tinggi, maka William optimistis jumlah penumpang tahun depan akan semakin meningkat. Pihaknya menargetkan pada tahun 2020, jumlah penumpang sudah bisa mencapai 110.000 penumpang per hari.
Kemudian pada tahun 2021, bisa mencapai total 130.000 orang per hari. “Dalam delapan bulan saja sudah bisa mencapai 90.000 lebih penumpang per hari. Maka dua tahun ke depan, saya optimistis jumlah penumpang MRT Jakarta akan semakin meningkat,” jelas William.

William juga mengatakan akan menambah interkoneksi MRT Jakarta dengan Transjakarta, kereta Commuterline, LRT Jakarta, Railink, dan Angkasa Pura. Bila dulu hanya tiga, kini sudah lima stasiun MRT Jakarta yang terintegrasi dengan Transjakarta.
Integrasi dilakukan berdasarkan Pergub No 79/2019.
Dishub DKI Jakarta menetapkan trayek layanan bus Transjakarta yang terintegrasi dengan layanan kereta MRT Jakarta. Kelima stasiun MRT yang terintegrasi dengan Transjakarta meliputi Stasiun MRT Asean, Stasiun MRT Blok A, Stasiun MRT Haji Nawi, Stasiun MRT Cipete dan Stasiun MRT Fatmawati.

Selain menambah integrasi dengan Transjakarta, PT MRT Jakarta menambah area park and ride. Maka semakin memudahkan perpindahan dari kendaraan pribadi ke MRT untuk meneruskan perjalanan ke pusat kota. Awalnya, baru tiga park and ride yang disediakan. Satu di lahan eks Polri dekat kawasan Stasiun Lebak Bulus dan dua area lainnya di dekat stasiun Fatmawati. Ketiganya mampu menampung sebanyak 630 motor dan 285 mobil. (Ssr/J-1)

BERITA TERKAIT