02 December 2019, 18:05 WIB

Satu dari Empat Anak Kecanduan Smartphone


Bagus Pradana | Weekend

AFP/Saeed Khan
 AFP/Saeed Khan
Anak-anak dan ponsel.

TIDAK hanya remaja dan orang muda yang cemas ketika mereka terpisah dari perangkat mereka, penelitian baru mengungkapkan bahwa satu dari empat anak mengalami gejala 'kecanduan ponsel cerdas', seperti dilansir dari dailymail.co.uk, Jumat (29/11).
   
Para peneliti di King's College London (KCL) menganalisis 41 studi yang diterbitkan sejak 2011 tentang penggunaan ponsel cerdas dan kesehatan mental. Merujuk pada hasil perunutan tersebut disimpulkan bahwa antara 10 persen hingga 30 persen anak-anak dan remaja tidak bisa lepas dari ponsel cerdas mereka. Ini berarti rata-rata 23 persen anak menunjukkan ciri-ciri 'problematic smartphone usage'(PSU) atau penggunaan ponsel cerdas yang bermasalah.

Para peneliti KCL mendefinisikan PSU sebagai perilaku yang terkait dengan aktivitas penggunaan ponsel cerdas yang mengarah pada unsur kecanduan. Salah satu contohnya adalah timbul kecemasan ketika ponsel tidak tersedia disampingnya atau dampak pengabaian terhadap kegiatan lain ketika mereka memiliki akses ke ponselnya.

Studi ini juga menyimpulkan bahwa ada hubungan antara PSU dan masalah kesehatan mental lainnya, seperti kecemasan, stres, kurang tidur dan suasana hati yang tertekan.

Dr Sam Chamberlain, Konsultan Psikologi dari Universitas Cambridge mengatakan, "Penelitian tentang 'problematic smartphone usage'(PSU) ini penting dari sudut pandang kesehatan masyarakat. Para peneliti melaporkan bahwa sekitar 10-30 persen remaja dalam studi ini memenuhi kategori yang menyatakan bahwa mereka memiliki PSU, terutama jika dikaitkan dengan tingkat depresi yang lebih tinggi, kecemasan, dan tidur yang lebih buruk. Hasil ini beresonansi dengan temuan sebelumnya, termasuk yang pada topik terkait seperti Penggunaan Internet yang Bermasalah."

Sementara, Peneliti senior dari Institute of Psychiatry, Psychology and Neuroscience (IoPPN), Dr Nicola Kalk mengatakan, "Kiranya penting untuk memahami prevalensi penggunaan ponsel cerdas yang bermasalah dan itu harus menjadi kesadaran publik. Kami belum tahu apakah ponsel cerdas atau aplikasi yang digunakan orang yang dapat membuat ketagihan. Yang terpenting adalah orang tua harus menyadari berapa banyak waktu yang dihabiskan anak-anak mereka dengan ponsel mereka." 

Penelitian ini merupakan upaya pertama untuk menyelidiki prevalensi 'problematic smartphone usage'(PSU) pada anak-anak dan remaja yang merangkum temuan dari 41 studi (30 dari Asia, sembilan dari Eropa dan dua Amerika) yang telah dilakukan terhadap 41.871 responden anak-anak dan remaja. Dengan 55 persen dari keseluruhan responden adalah perempuan muda dalam kelompok usia 17 hingga 19 tahun yang kemungkinan besar memiliki gejala PSU. (Bus/M-4)

BERITA TERKAIT