02 December 2019, 16:36 WIB

Presiden: Saya Ingin Pengelolaan BUMN Diperbaiki


Damar Iradat | Politik dan Hukum

ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
 ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
 Presiden Joko Widodo 

PRESIDEN Joko Widodo mengaku ingin pengelolaan di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bisa diperbaiki. Karena itu, ia membiarkan Menteri BUMN Erick Thohir untuk merombak jajaran direksi BUMN.

"Yang jelas, saya ingin pengelolaan di BUMN diperbaiki, baik perombakan total, maupun manajemen yang ada," kata Jokowi saat berbincang dengan wartawan di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (2/12).

Jokowi juga ingin agar aset-aset BUMN kembali produktif. Ia menilai saat ini BUMN masih belum cukup produktif, sehingga mengurangi produktivitas manajemen di BUMN.

"Jangan sampai ada aset yang tidak produktif, sehingga mengurangi produktivitas yang ada di manajemen," tuturnya.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir sebelumnya merombak jajaran pejabat eselon I Kementerian BUMN. Tujuh deputi dan satu sekretaris utama pun dimutasi dari jabatan tersebut dan diisi Pelaksana Tugas (Plt).

Baca juga: Erick Bidik Eks Menteri Pimpin BUMN

Perombakan pejabat eselon I saat ada perubahan pemimpin Kementerian BUMN lazim terjadi. Tapi kali ini menjadi yang terbesar sejak 15 tahun terakhir karena jumlah dan dilakukan serentak.

Selain itu, Erick juga menunjuk sejumlah nama baru di jajaran direksi BUMN. Sebut saja Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang ditunjuk sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), kemudian Chandra Hamzah ditunjuk sebagai Komisaris Utama BTN, Pahala Mansury ditunjuk sebagai Direktur Utama BTN.

Belum lagi, berembus isu tiga mantan menteri Kabinet Kerja juga ditawari untuk mengisi jabatan di BUMN. Di antaranya mantan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara yang disebut akan mengisi jabatan

Direktur Utama PT PLN (Persero), mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dikabarkan jadi Direktur Utama Garuda Indonesia dan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dikabarkan akan mengisi salah satu jabatan di Perusahaan Umum Perikanan Indonesia (Perum Perindo).(OL-5)

BERITA TERKAIT