02 December 2019, 14:15 WIB

Standar Pelayanan Trans Jogja masih Rendah


Ardi Teristi Hardi | Nusantara

MI/Ardi Teristi Hardi
 MI/Ardi Teristi Hardi
Pelayanan Trans Jogja masih rendah. Banyak penumpang mengeluhkan sikap sopir ugal-ugalan. 

MASYARAKAT Peduli Pelayanan Publik (MP3) meminta kepada Manajemen Trans Jogja memperbaiki layanan mereka. Hal tersebut tidak lepas dari kecelakaan yang menyebabkan pengendara sepeda motor tewas setelah ditabrak Trans Jogja pada 27 November 2019.

Menurut perwakilan MP3, Baharuddin Kamba di DPRD DIY, kejadian sopir bus Trans Jogja yang tidak beretika di jalanan tidak hanya sekali itu saja. Misalnya, ketika ada penumpang yang baru masuk bus dan belum sempat duduk, tiba-tiba bus sudah berjalan. Hentakan bus membuat penumpang yang belum sempat duduk tersebut menjadi kaget.

"Tidak sedikit warga yang memilih golek selamet (menghindar) karena takut  berpapasan dengan bus Trans Jogja," jelas dia saat beraudiensi dengan anggota DPRD Provinsi DIY, Senin (2/12/2019) siang.

Dia menambahkan adanya peristiwa kecelakaan itu, manajemen Trans Jogja selain memecat sopir, juga harus melatih para pengemudi bus untuk memenuhi standar pelayanan.

"Agar penumpang merasa aman dan nyaman dilayani. Di sisi lain, pengguna jalan juga tidak khawatir jika bertemu dengan bus Trans Jogja," ujar Baharuddin Kamba.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana sependapat dengan MP3 terkait pelatihan dan evaluasi bagi SDM Trans Jogja.

"Mereka harus memahami tugas mereka adalah melayani masyarakat seperti melayani tamu-tamu sehingga mereka nyaman dan aman," kata dia.

Ia mengatakan, dari sisi armada, kondisinya sudah baik karena usianya di bawah lima tahun. Apalagi Trans Jogja tidak diberi target yang macam-macam. Mereka hanya diminta membuat masyarakay nyaman dan aman serta bisa mengangkut penumpang lebih banyak.

Sebelumnya, ditemui di Komplek Kepatihan, Jumat (29/11), Dirut PT Anindya Mitra Internasional (AMI), BUMD yang mengelola Trans Jogja, Dyah  Puspitasari menyampaikan, pihaknya akan melajukan evaluasi dan pembinaan  secara menyeluruh terhadap para pengemudi Trans Jogja. Pihaknya pun telah memecat pengemudi yang terlibat kecelakaan pada 27 November lalu.

"Kami menyambut baik jika ingin ada evaluasi menyeluruh, bukan hanya internal, tetapi duduk bersama semua pihak. Pelayanan publik bukan main-main," kata dia.

baca juga: Lima Provinsi Telah Keluarkan Pembatasan Pembelian BBM Bersubsidi

Ia menyebut, armada Trans Jogja saat ini ada 128 unit, yang beroperasi 114 unit, sedangkan sisanya cadangan. PT AMI telah menerima 39 aduan terhadap Trans Jogja terutama aduan atas sopir ugal-ugalan dan membahayakan pengendara lain. Selain itu, PT JTT selaku operstor bus Trans Jogja menerima 56 aduan sejak Januari hingga Oktober 2019. Aduan terbanyak adalah tidak sesuai dengan standar pelayanan minimal (SPM). (OL-3)

 

BERITA TERKAIT