02 December 2019, 13:41 WIB

Pergerakan Tanah Ancam 146 Rumah di Tasikmalaya


Kristiadi | Nusantara

MI/Kristiadi
 MI/Kristiadi
Kepala Pelaksana BPBD KabupatenTasikmalaya Wawan Ridwan Effendi meninjau lokasi pergerakan tanah, Senin (2/12/2019).

AWAL musim penghujan, sebanyak 146 rumah terdampak pergerakan tanah, tepatnya di Kampung Babakan, Desa Pusparahayu, Kecamatan Puspahiang, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Camat Puspahiang, Zalkaf mengatakan dari 146 rumah yang terdampak tanah bergerak, 40 rumah mengalami rusak berat, sedang dan ringan. Kini seluruh warga penghuni 146 rumah telah mengungsi.

Ia menambahkan pergerakan tanah sudah meluas di Desa Pusparahayu. Kejadian pertama, tanah sudah terbelah dengan panjang lima cm dan kedalaman tiga meter. Dampaknya menyebabkan 40 rumah mengalami kerusakan, terutama pada dinding tembok. Sedangkan, petugas relawan di setiap desa tetap berupaya menyosialisasikan agar masyarakat tetap waspada.
 
"Kami sudah melaporkan kejadian pergerakan tanah itu pada pemerintah. Kini, masih banyak warga masih bertahan di pengungsian sambil menunggu petugas dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi, Bencana, Geologi (PVMBG)," ujar Zalkaf.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tasikmalaya, Wawan Ridwan Effendy mengatakan, hujan deras yang terjadi selama dua hari pada awal Desember menyebabkan 164 rumah di Desa Pusparahayu, Kecamatan Puspahiang dalam kondisi terancam akibat tanah bergerak.

baca juga: Inilah UMK Provinsi Jawa Barat Berlaku 1 Januari 2020

"Kami meminta agar masyarakat harus tetap waspada jika terjadi hujan dalam waktu dua jam. Dan harus diwaspadai bersama mengingat hujan turun bisa menyebabkan banjir, longsor. Petugas harus tetap menyosialisasi terutama di daerah rawan bencana agar mencegah korban jiwa," ujar Wawan. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT