02 December 2019, 09:50 WIB

Untuk Dongkrak Ekonomi, Ibukota Brebes Harus Dipindah


Supardji Rasban | Nusantara

MI/Supardji Rasban
 MI/Supardji Rasban
Diskusi pemindahan ibu kota Brebes menguat untuk meningkatkan perekonomian. 

PEMINDAHAN ibukota Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, diyakini bakal bisa mengubah Kabupaten Brebes menjadi lebih maju. Hal itu juga seiring dengan rencana pemindahan ibu kota Indonesia dari Jakarta ke Kalimantan Timur. Rencana  pemindahan ibukota Kabupaten Brebes ke wilayah tengah yakni sekitar Kecamatan Larangan atau Ketanggungan mengemuka dalam diskusi dan silaturahim bulanan yang digelar oleh Forum Guru Besar dan Dosen Putra Putri Brebes di Padepokan Kalisoga Slatri milik Sudirman Said, yang berlangsung Minggu (1/12/2019).

"Kita ikut pemerintah pusat atau Pak Jokowi saja yang sekarang mau memindahkan ibukota Jakarta ke Kalimantan Timur," ujar mantan Komisioner Yudisial (KY), Taufikhurrohman Syahuri salah satu nara sumber dalam diskusi itu.

Taufik beralasan salah satu faktor penyebab ketertinggalan Kabupaten Brebes dengan Kabupaten lainnya di Jawa Tengah karena letak geografis ibukota Kabupaten Brebes di kota Brebes yang kurang reprsentatif.
     
"Kita lihat kantor-kantor dinas Pemerintah Kabupaten Brebes yang sempit dan sumpek itu sangat berpengaruh terhadap kinerja para PNS-nya," kata Taufik.
     
Ia mengaku sudah beberapa kali diundang rapat dengan Bupati Brebes, Idza Priyanti dan Kepala Dinas terkait membahas soal pemindahan ibukota Kabupaten di Perbatasan Jawa Tengah-Jawa Barat tersebut.
     
"Sebenarnya sudah hampir deal dan ibu bupati sudah setuju. Kita pilih ibukota Kabupaten Brebes dipidah ke bekas Pabrik Gula (PG) Banjaratma. Eh, enggak tahunya sekarang bekas PG Banjaratma itu dijadikan rest area," ucap Taufik.
     
Taufik mengakui soal batalnya pemindahan ibukota Brebes ke bekas PG Banjaratma yang sekarang berubah menjadi rest area plus tersebut lantaran kurang siap secara formal.
     
"Itu memang harus ada peraturan Presiden yang disetujui DPRD setempat. Wwaktu itu pembahasannya belum sampai ke sana, keburu bekas PG Banjaratma diambil alih BUMN terkait," tutur Taufik.
     
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Brebes, Angkatno yang ikut hadir dalam diskusi itu menjelaskan bahwa Kabupaten Brebes ditetapjab sebagai kawasan industri nasional oleh Presiden Jokowi.

"Kita harus menyambut gembira keputusan ditetapkannya Kabupaten Brebes menjadi salah satu proyek strategis nasional industri pada 7 Juli 2019 oleh Presiden. Hanya saja tantangannya memang berat karena kita harus bisa mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 7 persen," ujar Angkatno.
     
Ia mengklaim pertumbuhan ekonomi di Brebes sekarang sudah lebih tinggi ketimbang tahun-tahun sebelumnya, di bawah 5,32 persen.

"Pertumbuhan ekonomi 5,32 persen itu ebenarnya sudah bagus dari pada tahun-tahun sebelumnya. Dan itu sudah di atas rata-rata nasional," paparnya.

Nara sumber lain, Husni Iskandar mengingatkan jika nanti Brebes benar-benar menjadi kawasan industri skala nasional yang otomatis menjadi ramai harus dibentengi dengan nilai-nilai seni dan budaya.
     
"Agar tidak kemasukan budaya luar yang merusak seperti cafe, diskotek dan panti pijat," sebut Husni yang sempat main di banyak episode sinetron Tukan Bubur Naik Haji sebuah stasiun TV swasta itu.

baca juga: Sulsel Terget Produksi Udang Windu 6 Ribu Ton Per Tahun

Hadir dalam diskusi tersebut selain mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said juga mantan Wakil Walikota Tegal sekalgus mantan Rektor Universitas Panca Sakti (UPS) Tegal, Maufur. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT